Kisah M. Toma, Sepupu Nadeo Argawinata: Sukses Datangkan Legenda Sepak Bola Jatim Main Galadesa di Kediri

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Kediri - Sebulan terakhir di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, digelar turnamen antarkampung (tarkam) khusus bagi pemain berusia di atas 40 tahun.

Yang menarik, banyak para legenda sepak bola di Jatim terlibat di ajang tarkam jago kapuk tersebut. Di bulan Ramadan juga diputar galadesa di Desa Purworejo, Kandat.

Pada Tarkam Pak Kades, Minggu (17/4/2022), di Lapangan Kroncong, tim yang berlaga adalah Lindi FC yang diperkuat beberapa mantan Persebaya melawan Ngunut Putra Tulungagung yang dibela Patwawi, eks Persik juara Indonesia 2003 dan 2006.

Sementara di tim Lindi FC ada duet gelandang legendaris beda generasi, Yusuf Ekodono dan Jatmiko.

Usut punya usut. Ternyata ada M. Toma, sosok di balik pemain legenda mau unjuk kebolehan di Kediri. Ketika bola.com menelisik lagi, ternyata Toma adalah sepupu Nadeo Argawinata kiper Bali United dan Timnas Indonesia.

"Mama Nadeo itu tante saya dari garis bapak. Jadi Nadeo itu sepupu saya," ucap Toma.

Peran

Aksi dua gelandang legendari Persebaya, Jatmiko dan Yusuf Ekodono, pada Galadesa Pak Kades di Desa Purworejo, Kandat, Kabupaten Kediri. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Aksi dua gelandang legendari Persebaya, Jatmiko dan Yusuf Ekodono, pada Galadesa Pak Kades di Desa Purworejo, Kandat, Kabupaten Kediri. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Yang menarik lagi, Toma didapuk sebagai Humas sebagai penghubung dengan para legenda itu.

"Saya kenal banyak pemain legenda. Kebetulan sejak dulu, kami sudah kenal akrab. Karena kenalan saya banyak, panitia minta saya yang undang mereka," tuturnya.

Namun bukan berarti Toma tak punya jaringan dengan pesepakbola yang saat ini masih aktif bermain.

"Kami lebih suka gelar tarkam jago kapuk. Ini sebagai penghormatan untuk legenda, sekaligus silaturahmi. Apalagi kami tak mencari untung dari tarkam ini. Ini murni untuk menghibur warga desa," katanya.

Cari Keringat

Kendati hanya ajang cari keringat, Toma dan panitia tetap menyiapkan hadiah uang untuk sang juara.

"Selain piala, untuk juara, kami siapkan hadiah 3 juta. Untuk biaya operasional panitia, kami minta sukarela dari warga desa yang menonton pertandingan. Hadiah juara kami cari dari sponsor," ungkapnya.

Tim Lindi FC biasanya juga diperkuat Maura Hally, Anang Ma'ruf, dan Nurul Huda, eks Primavera.

"Om Maura Hally berhalangan karena cedera hamstring. Anang juga tak bisa ikut. Kalau Nurul Huda hari Minggu gak bisa diganggu. Dia memilih memancing daripada ikut tarkam," ujar Sugik, bos Lindi FC, yang juga pemilik tambak ikan di Sidoarjo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel