Kisah Mak Piah, Janda 70 Tahun yang Hidup Sendiri

Dian Lestari Ningsih, pppadaqu
·Bacaan 2 menit

VIVAMak Piah merapihakan pakaian yang tengah dikenakannya. Ia pun tak lupa mengunci pintu rumah. Siang itu, ia memakai kaos putih dengan lengan biru panjang dan kerudung jingga. Senyumnya menemani langkahnya sepanjang jalan yang ia lalui.

Mak Piah atau juga sering dipanggil Mak Empi menjadi salah satu penerima manfaat PPPA Daarul Qur'an. Ia mendapatkan paket bingkisan Ramadan berisi sembako. Senyumnya sangat sumringah saat menerima paket tersebut.

Mak Piah sudah satu tahun hidup menjadi seorang janda. Suaminya sudah wafat satu tahun lalu. Sementara ketiga anaknya sudah menikah dan membangun rumah tangganya sendiri. Oleh sebab itu, Mak Piah pun hidup sebatang kara di rumah sederhana miliknya.

"Saya mah hidupnya sendiri, orang laki udah nggak ada, udah setahun ini, paling ya ada anak sebelah mah," ungkap Mak Piah dengan logat Betawi kental.

Ya, Mak Piah memang asli Betawi. Ia tinggal di Depok, Jawa Barat. Kampungnya merupakan batas wilayah Depok dengan Bogor. Ia dapat melintasi Depok-Bogor berkali-kali dalam sehari. Sebab, perbatasan kedua wilayah tersebut hanya berjarak beberapa langkah dari rumahnya.

Dirinya sudah tak dapat bekerja lagi. Sedangkan untuk kehidupan sehari-hari, ia mendapatkan bantuan dari anak-anak dan sanak saudaranya. Tak jarang, tetangga yang simpati terhadapnya pun ikut membantu.

"Kadang-kadang dari anak, ada juga rezeki dari orang, dah, kita ora punya ya dia pada bagi, seminggu sekali bagi, makan juga kita dibagi," tuturnya nyablak.

Jika ditanya usia, Mak Piah sudah tak ingat lagi. Untuk perbandingan, anak-anaknya saja saat ini sudah berusia 40 tahunan.

"Ada 70 (tahun) mah paling, nggak inget lahirnya tahun berapa," ucapnya sembari tertawa.

Di usia senjanya, Mak Piah tak berharap banyak, ia hanya berdoa agar diberikan kesehatan baik untuk dirinya maupun anak-anak dan cucunya. Meski hidup sendiri, ia bersyukur masih dapat beribadah dengan baik dan memiliki tetangga yang tak lain juga merupakan keluarga besarnya.

Siang itu, Rabu (14/4) Mak Piah adalah satu dari 12 penerima manfaat PPPA Daarul Qur'an. Selain Mak Piah, ada pula tokoh masyarakat, guru ngaji, pejuang nafkah dan difabel yang turut menerima bantuan dari para donatur tersebut.

"Alhamdulillah, terima kasih ya, para donatur, semoga pada sehat, berkah, dah," imbuhnya.