Kisah Mantan Cleaning Service Jadi Miliarder Karena Startup Travel

Merdeka.com - Merdeka.com - Kerja keras dan pintar melihat peluang jadi kunci untuk meraih kesuksesan. Hal ini yang dilakukan pria asal Korea Selatan ini, yang berhasil membangun bisnis startup travel, bahkan mengantarkannya menjadi miliarder.

Dia lah Lee Su-jin yang yang mendirikan superapp perjalanan dari Korea Selatan bernama Yanolja yang berarti 'Hei, ayo bermain' dalam bahasa Korea, didirikan pada tahun 2005 telah berkembang dari hotel jangka pendek hingga transportasi.

Ketika sebagian besar negara di dunia mulai beraktivitas normal dari pandemi Covid-19, Yanolja membukukan pertumbuhan penjualan kuartal pertama yang kuat. Pertumbuhan itu diungkapkan dalam laporan kuartalan pertama Yanolja saat bersiap untuk go public.

Dilansir Forbes, Yanolja melaporkan pendapatan kuartal pertamanya naik 19 persen dari tahun ke tahun menjadi 100,5 miliar won (USD 80 juta), sementara laba bersih sedikit menurun menjadi 8,8 miliar won dari 9 miliar won selama periode yang sama.

Yanolja menghasilkan sebagian besar keuntungannya dengan memotong dari pemesanan dan membebankan hotel serta perusahaan perjalanan untuk beriklan di platformnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Yanolja telah mengembangkan bisnis berbasis cloud, seperti sistem manajemen yang membantu hotel mengelola reservasi dan analitik data besar yang memprediksi perilaku pelanggan. Pendapatan dari bisnis cloud-nya pun berkontribusi 20,5 persen terhadap total penjualan Yanolja di kuartal pertama, naik dari sekitar 8,5 persen di tahun 2021.

Kisah sukses Lee Su-Jin pun menjadi inspirasi karena mengawali perjalanannya dari bawah hingga akhirnya namanya bisa bergabung dengan daftar miliarder self-made di Korea Selatan, di mana konglomerat milik keluarga secara tradisional mendominasi ekonomi negara tersebut.

Lee, yang besar sebagai seorang anak yatim-piatu, pernah bekerja sebagai petugas kebersihan di hotel sebelum memulai Yanolja. Setelah meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Nasional Kongju di pusat kota Gongju, Korea Selatan, ia menggunakan koneksinya dengan pemasok kertas toilet dan pemilik hotel untuk meluncurkan Yanolja, menurut artikel Bloomberg News.

Lee Su-jin adalah CEO dan pemegang saham terbesar kedua Yanolja, dengan 16,54 persen saham. Istri dan dua putrinya masing-masing memiliki 5,18 persen saham di Yanolja. Pemegang saham terbesar Yanolja adalah Vision Fund 2 SoftBank, yang membeli 25,23 persen saham aplikasi tersebut pada Juli 2021 lalu seharga USD 1,7 miliar.

Forbes memperkirakan kekayaan bersih Lee dan keluarganya mencapai USD 2 miliar atau setara Rp28,9 triliun. Media lokal melaporkan pada bulan April bahwa Yanolja berencana untuk terdaftar di Nasdaq pada kuartal ketiga tahun ini.

Selain SoftBank, investor Yanolja lainnya termasuk GIC, raksasa perjalanan online Booking.com dan SkyLake Investment, sebuah perusahaan ekuitas swasta Korea yang dipimpin oleh mantan eksekutif Samsung Electronics Chin Dae-je.

Reporter: Natasha Khairunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel