Kisah Mantan Danjen Kopassus Gagalkan Mutasi Letkol Arifin dari RSDC

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Letkol Laut TNI Muhammad Arifin ternyata pernah akan dipindahtugaskan oleh atasannya ketika memimpin komando di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hal itu diungkap oleh Kepala Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo pada saat menghadiri malam puncak peringatan Satu Tahun RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Selasa malam, 23 Maret 2021.

Mantan Danjen Kopassus itu menyatakan, pada saat dirinya mengetahui bahwa Letkol Laut Arifin akan dipindahtugaskan oleh pimpinan TNI ke posisi yang lain, Letjen TNI Doni langsung bergerak cepat untuk menolak rencana mutasi jabatan Letkol Laut Arifin tersebut.

"Saya mendapatkan permintaan dari Letkol Arifin, karena beliau hendak dipindah tugaskan sebagai pejabat di tempat lain. Sementara beliau sudah mencanangkan sebuah slogan, pantang pulang sebelum corona tumbang," kata Doni Monardo dalam keterangannya, Rabu, 24 Maret 2021.

Slogan itu, lanjut Letjen Doni, bukanlah hanya sekedar ucapan semata. Letkol TNI Muhammad Arifin bersama seluruh tenaga medis, relawan, serta para prajurit TNI dan Polri yang berada di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet benar-benar membuktikan dengan bekerja penuh semangat dan dedikasi tinggi.

"Bahkan para tenaga kesehatan rela berminggu-minggu meninggalkan keluarga demi kesembuhan pasien COVID-19," ujarnya.

Lebih jauh dia jelaskan, alasan dirinya meminta agar pimpinan TNI membatalkan mutasi jabatan Letkol Laut Arifin disebabkan semangat juang Komandan Lapangan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet yang dinilai sangat luar biasa dalam bertugas di Wisma Atlet selama ini.

Menurutnya, perjuangan para tenaga kesehatan selama ini tidak lepas dari semangat pantang menyerah yang dimiliki Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol Arifin. Letkol Arifin, lanjut Doni, memiliki tekad yang membangkitkan semangat para tenaga kesehatan di Wisma Atlet Kemayoran. Tekad tersebut disampaikan dalam slogan "Pantang pulang sebelum corona tumbang".

Untuk diketahui, rangkaian acara malam puncak peringatan Satu Tahun RS Darurat COVID-19 itu digelar dengan menyajikan pertunjukan Angklung oleh para penyintas COVID-19 dan tenaga medis di Tower 3 Wisma Atlet Kemayoran. Acara itu berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Baca: Ini Sosok Serda Taufik Prajurit TNI yang Lamar Pacar di Afrika Tengah