Kisah Mencekam Relawan Terobos Lokasi Gempa Sulbar

Bayu Nugraha, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembaga kemanusian, Human Initiative mengerahkan sejumlah tim resque dari Makassar, Sulawesi Selatan menuju Majene, Sulawesi Barat pada Jumat 15 Januari 2021. Mereka menempuh perjalanan jalur darat dengan waktu sekira lima jam.

Kondisi alam dan cuaca yang cukup ekstrem membuat perjalanan tim yang terdiri dari lima orang itu tidaklah mudah. Seperti apa kisahnya, berikut pernyataan Koordinator Resque Human Initiative Sulawesi Selatan, Hamka.

Keberangkatan dimulai sekira pukul 14:00 WIB. Mereka terdiri dari tiga orang tim evakuasi, satu tim medis, dan satu orang untuk assessment kebutuhan warga terdampak.

Sebelum bergerak, tim telah mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan.

“Seperti alat pelindung diri, makanan, logistik, bahan bakar minyak (bbm), mesin genset, dan peralatan dapur air,” katanya dalam keterangan yang diterima VIVA.co.id pada Sabtu 16 Januari 2021.

Dalam perjalanan, Tim Human Initiative menghadapi hujan deras, banyak tanah longsor, dan batu-batu besar yang menghadang jalan.

“Tapi Itu semua tidak menyurutkan langkah para relawan yang ingin segera membantu warga terdampak,” kata Hamka

Setelah kurang lebih lima jam perjalanan, Tim Human Initiative akhirnya berhasil tiba di Desa Kayuwangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sekira pukul 19.30 WITA.

Kemudian, tim langsung bergegas melakukan koordinasi dan assessment awal kepada pemerintah setempat dan warga terdampak.

Assessment atau kaji cepat kebutuhan warga menjadi begitu penting dalam menentukan bantuan yang akan diberikan. Ini bertujuan agar bantuannya bisa lebih bermanfaat dan tepat sasaran,” katanya

Setelah kaji cepat dilakukan, lanjut Hamka, diperoleh data kebutuhan warga saat ini yaitu penerangan (listrik), makanan siap santap, air bersih, obat-obatan, baby kits, water and sanitation and hygiene (WASH), shelter, rumah non permanen (Rumah Senyum), serta alat pelindung diri (APD).

Masih dalam waktu yang sama, untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, sejumlah bantuan langsung dibagikan oleh Tim Human Initiative.

“Tadi malam sebagai respons awal, Human Initiative memberikan layanan berupa genset listrik untuk menerangi pengungsian, mobile charger station, serta mendirikan dapur air,” ujarnya

Ia menambahkan, Human Initiative menjadi lembaga yang pertama masuk ke wilayah pengungsian ini, tepatnya di Desa Kayuwangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

“Tidak terasa malam semakin larut, kami memutuskan melanjutkan hari ini. Untuk menggelar layanan kesehatan gratis, dan berencana ingin membangun sanitasi dan Rumah Senyum untuk warga terdampak,” ucapnya.

Sebagai informasi, lanjut Hamka, gempa terjadi pada pukul 1.28 WIB atau 2.28 WITA, di Majene, Sulawesi Barat. Dengan kekuatan magnitudo 6,2 ini, membuat sejumlah bangunan bertingkat di Kota Mamuju, dan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, roboh akibat gempa. Selain itu sekitar 15.000 orang mengungsi.

“Mari sejenak kita berdoa untuk keselamatan warga yang terdampak dan seluruh warga Sulbar diberikan kekuatan agar tetap sabar dalam menghadapi bencana ini,” ucapnya lirih

“Mari bersama Human Initiative dukung mereka dengan mengirimkan donasi terbaik untuk memenuhi kebutuhan para penyintas Sulawesi Barat melalui klik link berikut bit.ly/peduligempasulbar,” timpalnya lagi.

Baca juga: Mobil Bantuan Gempa Majene dan Mamuju Dijarah di Jalanan