Kisah Mertua Syahrini Didamprat dan Ditunjuk-tunjuk Jenderal Kopassus

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tak perlu disangsikan lagi bagaimana kesuksesan bisnis yang diraih oleh Rosano Barack, ayah dari Reino Barack suami dari artis Syahrini. Di balik kesuksesannya, Rosano ternyata pernah mendapatkan pengalaman berharga dari sosok seorang perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI), Letjen TNI (Purn.) Sintong Hamonangan Panjaitan.

VIVA Militer merangkum dari berbagai sumber, terutama dari buku yang mengisahkan kiprah seorang perwira tinggi TNI dari tanah Batak ini berjudul "Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando". Dalam buku itu disebutkan bahwa sosok Sintong adalah sosok prajurit yang sangat loyal kepada Presiden Republik Indonesia (RI) ke-2, Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto.

Meskipun sangat loyal terhadap Soeharto, Sintong bukanlah seorang penjilat. Sikap lurusnya itu dibuktikan saat Sintong menduduki posisi sebagai Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana.

Alkisah, Sintong mendapatkan sejumlah saran dari sejumlah rekannya untuk menemui putra ketiga Presiden Soeharto, Bambang Trihatmodjo, ke Jakarta.

Bambang diceritakan akan mendirikan bisnis di Bali, yang notabene merupakan wilayah teritorial Kodam IX/Udayana di bawah komando Sintong. Bambang disebut mengalami kendala pada saat akan memulai bisnisnya, dan Sintong mendapat masukan agar membantunya.

Akan tetapi, Sintong sama sekali menolak sejumlah saran yang diberikan kepadanya. Sintong yang saat itu berpangkat Mayor Jenderal TNI mungkin akan datang ke Jakarta, andai Soeharto memerintahkannya langsung. Sayangnya, bukan Soeharto yang memintanya datang ke Jakarta sementara Sintong menilai tidak ada garis komando antara dirinya dengan seorang anak presiden.

Sintong bersikeras, jika memang ingin bertemu maka Bambang yang diharuskan datang ke Bali menemuinya. Pada akhirnya, Bambang pun datang ke Bali bersama Rosano yang merupakan rekan kerjanya. Pernyataan tegas pun keluar dari mulut Sintong, yang mengingatkan Bambang bahwa kekuasaan sang ayah tidak akan selamanya.

"Saya mengagumi Soeharto dan harus mendukung beliau sebagai presiden," kata Sintong.

Maksud Sintong sangat baik menasihati Bambang. Sebab, Sintong tidak ingin ada kejadian yang tak diinginkan terjadi saat Soeharto tidak lagi berkuasa. Sambil menunjuk Rosano, Sintong kembali mengingatkan Bambang bahwa seandainya ada peristiwa yang tak diinginkan saat Soeharto sudah lengser maka orang-orang didekatnya akan menjauh.

"Orang yang pertama lari ya dia ini," ucap Sintong sambil mengarahkan tangannya ke Rosano.

Ternyata, apa yang dikatakan Sintong benar adanya. Hal ini dirasakan betul oleh Rosano yang di kemudian hari bertemu kembali dengan Sintong. Tentunya, saat Presiden Soeharto sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI.

"Memang benar perkiraan Pak Sintong. Setelah Soeharto jatuh, orang-orang pergi meninggalkan Soeharto dan keluarganya," ujar Rosano.