Kisah Miris TKW di NTB, Suami Kawin dengan Pelakor saat Istri Bekerja di LN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Lombok Tengah - Viralnya isu penembang lagu religi yang diduga menikah siri dengan pemusiknya, kini menjadi buah bibir netizen dan masyarakat. Diduga penyanyi terkenal itu jadi perebut laki orang “Pelakor”.

Spontan istilah pelakor yang dulunya sempat meredup, kini menyala lagi. Tak terkecuali istilah ini kini dijadikan 'isu hot' bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) alias TKI Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Seperti yang diungkapkan Kartini (26), warga Jonggat, Lombok Tengah. Ia keasal dan memilih menjadi TKI ke Hongkong lantaran suaminya menikah dengan perempuan lain. Tak tanggung tanggung, Kartini menyampaikan kisahnya tersebut kepada Menteri Ketenaga Kerajaan Ida Fauziyah.

Menteri Ida Fauziyah dan rombongannya menyimak curhatan Kartini yang kala itu meninjau lokasi Lembaga Terpadu Satu Atap (LTSA) di Dinas Ketenagakerjaan Lombok Tengah,

“Saya cerai dengan suami saya, karena ada pelakor, yang viral sekarang. Sebenarnya saya tidak mau ke Luar Negeri, tetapi saya sudah sakit hati sama dia Bu Menteri,” kata Kartini, spontan diiringi ketawa oleh Rombongan menteri, di kantor LTSA Lombok Tengah, Jumat (19/02/2021).

Kartini pun melanjutkan curhatannya ke Menteri, dia mengaku sudah beberapa kali menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sejak masih gadis. Sebelumnya tiga kali menjadi TKI di Malaysia. Setelah menikah, orang tua Kartini sakit, ia pun memutuskan menjadi TKI ke Saudi Arabia, dan diizinkan oleh suaminya.

Demi Biayai Anak

Menteri Ida Fauziyah berbincang dengan salah Satu CPMI, Kartini, yang ingin ke Hongkong. (Foto: Liputan6.com/Hans Bahanan)
Menteri Ida Fauziyah berbincang dengan salah Satu CPMI, Kartini, yang ingin ke Hongkong. (Foto: Liputan6.com/Hans Bahanan)

Setelah lama di Saudi Arabia, Kartini mendapat info bahwa suaminya menikah lagi dengan wanita lain.

Sepulangnya dari Saudi Arabia, mereka kemudian bercerai. Dan Kartini memutuskan menjadi TKI lagi ke Hongkong namun kali ini bukan untuk biaya berobat orang tuanya melainkan untuk biaya hidup ia dan anaknya

Bagi Kartini, menjadi TKI bukan hal yang memalukan namun bahkan membuatnya bangga. Bangga karena bisa mencari uang.

Tak hanya itu, ia saat ia lebih bangga karena mantan suaminya yang dulu menceraikannya kerap menelpon Kartini lagi seolah olah ingin PDKT setelah mendengar bahwa Kartini ingin menjadi TKI lagi.

“Setelah suami saya tahu kalau saya mau berangkat ke Hongkong, sekarang mantan suami saya sering nelpon saya lagi. Mungkin mau PDKT lagi, tetapi saya tidak urus,” kata Kartini disambut tepuk tangan rombongan.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: