Kisah Mualaf Donna Latief, Bahagianya Khatam Al-Quran

·Bacaan 2 menit

VIVADonna Latief menjadi salah satu sosok pembawa berita yang cukup populer di era 2000-an. Rupanya, istri Abdul Latief ini mengaku menjadi mualaf usai menikah dan akhirnya merasa bahagia untuk mendalami islam. Bagaimana kisahnya?

Abdul Latief merupakan pengusaha dan mantan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) pada era Soeharto. Donna dipertemukan dengan Abdul Latief saat ia bekerja di perusahaan televisi nasional dan akhirnya dipinang hingga menjadi mualaf.

"Nama asli saya itu sebelum saya mualaf, namanya Donna Luisa Maria. Setelah saya mualaf, suami saya memberikan nama Islam kepada saya. Namanya (jadi) Aina Haq Donna Abdul Latief," ujar mantan mertua Nikita Mirzani itu, dalam kanal YouTube Venna Melinda.

Diakui Donna, tak pernah terpikirkan sebelumnya untuk memeluk agama Islam karena semasa hidupnya dibesarkan dengan agama Katolik yang kuat. Bahkan, seluruh kegiatan dan pendidikannya pun berlatar agama Katolik.

"Saya dibesarkan di keluarga Katolik, dari kecil, saya ambil S2 pun saya semuanya itu background-nya semua Katolik," kata Donna Latief.

Usai menempuh pendidikan dan meraih gelar magister, Donna mencapai cita-citanya untuk menjadi seorang jurnalis. Di sini, Donna dipertemukan dengan suaminya yang kala itu menjabat sebagai atasannya.

Tak disangka, perbedaan usia yang terpaut 35 tahun dan agama, tetap membuat Donna dan Abdul Latief yakin untuk menikah. Hidayah Islam yang ditemui Donna, dirasakan pasca menikah karena sosok Abdul Latief yang memegang kuat prinsip agama Islam.

"Saya memang cari suami yang penting tuh agamanya kuat, memang cari yang itu. Dan memang ini juga jalannya, menjawab hidayah saya jauh sebelum bertemu dengan Pak Latief," kata Donna.

"Jadi, ketika mendapat panggilan ini, bertemu dengan beliau. Beliau membimbing saya untuk Islam saya. Dan Alhamdulillah.. itu lah.. amazing aja gitu," imbuh Donna Latief.

Setelah menikah selama 18 tahun dan menjadi mualaf, Donna Latief mengaku mendalami agama Islam dengan belajar membaca Al Quran. Ada kebahagiaan yang dirasakannya saat membaca Al Quran.

"Saya benar-benar mendalami sampai insya Allah saya fasih baca kaligrafinya itu. Karena saya memang senang saja," ucapnya.

Lebih dalam, Donna menyebut tak masalah apabila iman yang dirasakan tengah turun. Kuncinya, kata Donna, dengan istiqomah sehingga mata hati akan lebih terjaga. Selain itu, Donna menegaskan pentingnya mendalami Al Quran agar lebih istiqomah.

"Saya akhirnya baca bisa kaligrafi Arab karena saya belajar 6 bulan, intens sih," kata Donna.

"Saya juga sudah khatam, tapi saya juga khatam (tulisan) Arabnya. Tapi benar deh Venna, jangan baca Latinnya harus baca Arabnya. Beda rasanya, beneran deh. Aku juga belajar itu, fokus itu. Tapi aku bahagia akhirnya aku bisa khatam dengan Bahasa Arab. Aku pengen teruskan, aku juga ambil kajian studi Islam," tambah Donna Latief.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel