Kisah Murid SD AS, Semangat Pelajari Alam Terbuka di Tengah Dinginnya Salju

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Maine - Pandemi Virus Corona COVID-19 di Amerika Serikat tidak lagi menjadi halangan untuk mengajak para murid sekolah dasar di negara tersebut untuk keluar dari ruangan kelas mereka. Lalu mempelajari alam terbuka.

Di sebuah sekolah di Portlant, Maine, AS seorang guru bernama Cindy Soule dan murid-murid kelas 4 SD melakukan pembelajaran tatap muka di luar ruangan, sebagai upaya menghindari penyebaran COVID-19, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin (4/1/2021).

Para murid itu pun tetap semangat belajar di alam terbuka, meski salju melanda dan suhu mencapai titik beku.

Dengan baju hangat dan masker, para murid SD itu berjalan keluar sambil menenteng ember berisi pensil dan papan klip, tanpa terpengaruh oleh salju yang mengguyur.

Murid-murid tersebut mempelajari berbagai hal terkait tanaman di taman komunitas, mulai dari penyerbukan, erosi yang merusak pohon, hingga kotoran beruang.

Selain itu, mereka juga belajar tentang salju dan bagaimana kepingan salju terbentuk.

Bentuk kepingan salju terinspirasi dari karya foto mendiang ahli meteorologi asal Vermont, AS, Wilson Bentley, yang dikenal dengan panggilan "Snowflake Bentley."

Bentley adalah orang pertama yang menjepret foto kepingan salju secara detil. Dalam pengamatannya, disebutkan bahwa setiap kepingan salju memiliki bentuk yang berbeda.

Pengamatan pada kepingan-kepingan salju itu pun dilakukan oleh para murid Cindy dengan menggunakan kaca pembesar.

Kepada Associated Press, Cindy Soule menyampaikan; "Setelah memikirkan kembali apa yang bisa kita lakukan di sekolah, sangat jelas terlihat bahwa banyak kesempatan belajar yang luar biasa di alam sekitar kita".

Sistem pendidikan di kota Portland mengidentifikasi 156 lokasi pembelajaran di luar ruang di sebanyak 17 gedung.

Menurut Brooke Teller, koordinator bagian pembelajaran di luar ruang, beberapa diantaranya masih digunakan selama musim dingin ini.

"Ini bukan hanya sekadar mengajar dengan menggunakan yang ada di alam terbuka, tetapi hanya mengadaptasi apa yang telah dilakukan dan berada di alam bebas, agar tidak berada di ruangan yang tertutup, sehingga membuat kita merasa lebih aman," jelas Brooke Teller.

Dukungan dari Pemerintah Kota dan Sambutan Hangat Para Orang Tua Murid

Ilustrasi sekolah (dok. Pixabay.com/Wokandapix/Putu Elmira)
Ilustrasi sekolah (dok. Pixabay.com/Wokandapix/Putu Elmira)

Selain itu, sumbangan pun mulai berdatangan. Seperti ketika serikat tukang kayu setempat yang membuat 210 sandaran papan tulis untuk para guru.

Adapun dukungan dari pemerintah kota yang menyediakan tunggul-tunggul pohon, dan berbagai bisnis menyediakan ember untuk dijadikan tempat duduk.

Sementara itu, pihak sekolah menggunakan dana pemerintah federal untuk membeli jaket, topi, sarung tangan, dan celana ant- salju.

Untuk menjelaskan ide tersebut, istrik sekolah mengirimkan surat kepada orang tua murid yang dicetak dalam 11 bahasa.

Cindy pun mengatakan bahwa para orang tua murid menyambut ide itu dengan hangat.

Diketahui ada banyak sekolah yang menggunakan pedoman dari Departemen Kesehatan Masyarakat di Iowa.

Pedoman tersebut mengatakan bahwa anak-anak diperbolehkan berada di luar saat suhu mencapai sekitar titik beku, namun harus masuk ke dalam ruangan jika suhu turun ke sekitar -12 derajat Celsius.

Di Portland, hal itu merupakan inisiatif pembelajaran yang dilaksanakan secara luas. Kedepannya, kota tersebut berencana untuk terus melakukan sistem itu, walau pandemi telah berakhir.

Meskipun tidak diwajibkan, Para guru sekolah-sekolah di Portland kini telah didorong untuk melakukan pengajaran di alam bebas.

Menurut Brooke Teller, survey dari sekolah menunjukkan, sekitar setengah dari jumlah guru juga melakukannya.

"Harapan kami selama ini adalah bahwa pembelajaran di luar ruangan ini bukan hanya menjadi jawaban untuk COVID-19, tetapi ini adalah inisiatif jangka panjang, yang akan kami kembangkan ke dalam kurikulum di distrik kami mulai sekarang," ungkap Brooke Teller.

Cindy Soule mengungkapkan bahwa paramuridnya tidak akan melupakan tantangan dari pandemi COVID-19.

"Kita sedang berada di tengah pandemi dan berada di alam bisa mendatangkan kegembiraan. Saya ingin para murid saya bisa kilas balik dan bilang, "Wow, saya ingat tahun itu." Kami menemukan banyak hal yang luar biasa," ujar Cindy.

Selain itu, Cindy juga mengharapkan agar kegiatan belajar mengajar di alam bebas bisa menjadi kenangan yang baik bagi para muridnya di tahun 2020.

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: