Kisah Noni Belanda Penunggu Sumur Tua di Kantor Polisi Berbah Sleman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Kantor polisi sektor (Polsek) Berbah yang berada di Tuguhan, Kalitirto, Berbah, Sleman dianggap angker. Sederet kisah mistis yang bikin bulu kuduk merinding muncul dari kantor polisi angker ini.

Bangunan Polsek Berbah yang dianggap kantor polisi angker sebenarnya adalah salah satu cagar budaya yang ada di Sleman. Bangunan tua ini menghadap ke arah selatan.

Percaya atau tidak, bangunan tua itu dihuni Noni Belanda dan makhluk lainnya, seperti pocong, genderuwo, dan sebagainya.

Pada waktu malam, petugas piket kerap mendengar suara kursi yang diseret-seret, tetapi tidak ada orang atau petugas yang sedang melakukan kegiatan tersebut. Tak hanya itu, jendela yang ada di ruangan penyidik reskrim, kerap terbuka dan tertutup sendiri.

"Saya sering ditarik kakinya hampir mau jatuh. kalau pas kebetulan piket malam dan enggak bisa pulang," kata salah seorang anggota Polsek Berbah, Kamis (1/4/20201).

Menurut dia, ada ruangan yang menjadi markas atau rumah perkumpulan para makhluk astral, tepatnya di samping ruangan penyidik. Di ruangan itu terdapat sebuah sumur tua yang masih terpakai sampai sekarang. Airnya digunakan untuk kebutuhan orang-orang yang tinggal di sana.

Ruangan tersebut tampak gelap, kotor, sehingga terlihat menyeramkan. Apalagi dibumbui cerita si penunggu sumur tersebut adalah Noni Belanda.

"Memang tidak boleh dikasih lampu. Katanya kalau dinyalain lampunya banyak yang kesurupan," dia menambahkan.

Tak hanya itu, salah satu titik menyeramkan kantor polisi angker lainnya berada di ruangan sebelah sumur tersebut. Sebuah kamar mandi kosong terbengkalai dengan pintu berwarna pink. Kamar mandi itu dalam keadaan terkunci, tak seorang pun boleh masuk.

Petugas Kesurupan

Kantor polisi sektor (Polsek) Berbah yang berada di Tuguhan, Kalitirto, Berbah, Sleman dianggap angker (Evi Nur Afiah)
Kantor polisi sektor (Polsek) Berbah yang berada di Tuguhan, Kalitirto, Berbah, Sleman dianggap angker (Evi Nur Afiah)

Pernah suatu ketika, kamar mandi yang sudah ada sejak lama tersebut dibersihkan agar bisa kembali digunakan. Namun, tidak sedikit petugas yang mengalami kejadian aneh sampai dengan kesurupan. Akhirnya kamar mandi mereka tutup kembali.

Bukan hanya petugas, menurut ceritanya, para makhluk halus kerap mengganggu narapidana yang tinggal di sana.

Takut tidak takut, suka tidak suka, dia menikmati tempat kerjanya di mana ia berdinas. Bertetangga dengan mereka (makhluk halus) bukan suatu hal yang tidak mungkin. Kini yang harus dilakukan para penghuni yaitu tidak saling mengganggu satu sama lain.

Kantor Polsek Berbah, mempunyai batas lingkungan yaitu di sebelah barat berbatasan dengan rumah penduduk. Di sebelah utara dan timur berbatasan dengan tanah persawahan milik Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan (KP4) UGM.

Pada awalnya, Kantor Polsek Berbah merupakan salah satu rumah dinas ziender atau Pengawas Pabrik Gula Tanjung Tirto (Suikerfabriek Tandjong Tirto) yang didirikan tahun 1924. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini merupakan tangsi atau asrama tentara Belanda dengan Pabrik Gula Tanjung Tirto sebagai markasnya.

Seiring dengan adanya Serangan Umum 1 Maret 1949, bangunan ini kosong dan tidak ada yang menempati sampai tahun 1957. Sehubungan dengan keluarnya Undang-Undang Pokok Pemerintah Daerah No: I / 1957 tentang pembentukan Daerah Swatantra, maka susunan kepolisian berubah menjadi Distrik Kepolisian Yogyakarta, sedangkan Kepolisian Kecamatan diubah menjadi Sektor Kepolisian.

Sejak 1957 sampai sekarang bangunan ini digunakan untuk kantor Polsek Berbah.

Penulis: Evi Nur Afiah

Saksikan video pilihan berikut ini: