Kisah Nova Arianto di Antara 2 Poros Kekuatan Sepak Bola Indonesia, Persib dan Persebaya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Bandung - Persib Bandung dan Persebaya Surabaya adalah tim yang cukup lama diperkuat Nova Arianto sepanjang kariernya sebagai pemain sepak bola.

Pemain yang selalu berpenampilan plontos itu menjadi kekuatan Persebaya Surabaya pada 1999-2000 dan 2002-2006, sedang bersama Persib pada tahun 2007-2011.

Dua tim itu tentu menyisakan kenangan yang tidak bisa dilupakan oleh pemain kelahiran Semarang, 4 November 1978 ini. Lalu bagaimana perasaan Nova bermain untuk klub besar Persib dan Persebaya yang memiliki basis supoter besar?

Kepada Youtube Radio PRFM 107,5 News Channel, Nova mengaku kedua klub itu telah memberikan pengalaman yang luar biasa dalam kariernya. Nova mengaku selalu ingat dengan momen-momen saat berada di Persib dan Persebaya.

"Yang pasti pengalaman yang luar biasa dalam karir saya berada di dua tim yang memiliki basis suporter sangat luar biasa, Persebaya dengan Bonek-nya, Persib dengan Viking-nya. Saya cukup senang berada di dua klub tersebut," tutur Nova.

Sebelum ke Persib, sosok Nova Arianto cukup melakat di hati para Bonek. Namun, Nova memutuskan hijrah ke Persib, tepatnya pada tahun 2007.

"Alasan saya menerima tawaran Persib, pertama karena saya ingin mencoba pengalaman lain selain di Persebaya, selain itu kedekatan antara Bonek dan Viking menjadi salah satu alasan juga pindah ke Bandung," jelas Nova.

"Bahkan satu tahun sebelumnya, saya pernah ditawari Persib Bandung tapi karena saat itu Persebaya masih berada di Divisi satu dan saya punya keinhginan membawa ke Divisi Utama, setelah itu baru mencari pengalaman di luar Persebaya," tambah Nova.

Tuntutan Suporter

Koreo yang ditampilkan suporter pada laga Persebaya vs Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang (7/3/2019), dalam Piala Presiden 2019. (Bola.com/Aditya Wany)
Koreo yang ditampilkan suporter pada laga Persebaya vs Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang (7/3/2019), dalam Piala Presiden 2019. (Bola.com/Aditya Wany)

Disinggung masalah tuntutan besar dari suporter, baik saat di Persebaya maupun di Persib Bandung, putra dari pelatih Sartono Anwar ini mengaku bahwa itu menjadi tantangan tersendiri bagi Nova.

"Itu tantangan yang saya suka jalani, bersama Persebaya saya bisa mambawa jadi kampiun di Divisi Utama, kemudian Liga ke sepuluh, tapi sayang di Persib saya belum mmberikan gelar," ucap Nova.

Respon Bonek saat memutuskan pindah ke Persib diakui pemain yang akrab disapa Vava ini tidak ada masalah dan cukup mengerti. Itu semua karena tidak lepas dari hubungan baik antara Bonek dan Viking.

"Kebetulan hubungan Viking dan Bonek sangat baik, jadi mereka cukup mengerti dengan keputusan yang saya ambil saat itu. Hubungan erat kedua suporter menjadi alasan saya kenapa bisa ke Persib," kata Nova.

Raih Juara di 2 Tim

Para pemain dan staf pelatih Persebaya Surabaya merayakan keberhasilan menjuarai Liga Indonesia 2004. (Dok. Persebaya Surabaya)
Para pemain dan staf pelatih Persebaya Surabaya merayakan keberhasilan menjuarai Liga Indonesia 2004. (Dok. Persebaya Surabaya)

Sepanjang karier, Nova Arianto telah membawa dua tim menjadi juara, yakni saat memperkuat Persebaya Surabaya dan Sriwijaya FC.

"Ya, persaaannya hampir sama saja di Persebaya dan Sriwijaya juga didukung dengan komposisi pemain yang sangat bagus. Dan itu menjadi jalan Tuhan untuk Sriwijaya menjadi juara dan saya berpikir kenapa itu tidak bisa dilakukan saat saya di Persib. Itu jai pemikiran saya sampai sekarang," ujar Nova.

Keberhasilan dalam membawa juara Persebaya dan Sriwijaya FC tidak lepas dari buah kerja keras semua rekan-rekannya di dalam tim, kebersamaan, dan kekompakkan dalam sebuah tim.

Meski demikian, Nova tidak menampik bahwa hampir semua pemain asing, terutama dengan posisi striker cukup sulit dihadapi. "Hampir rata-rata pemain asing di Indonesia cukup baik, tapi saya lihat waktu itu Cristian Gonzales yang sangat sulit karena selain licik, dia pintar, termasuk Franco Hita," ucap Nova.

Bekal Jadi Asisten Shin Tae-yong

Asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Nova Arianto, memberikan arahan saat latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)
Asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Nova Arianto, memberikan arahan saat latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Yoppy Renato)

Selepas dari Sriwijaya FC, Nova kembali ke Bandung. Namun kembalinya si Suster Ngesot itu bukan untuk ke Persib Bandung, tetapi bergabung ke Pelita Bandung Raya (PBR).

"Karir terakhir saya di PBR, hampir tiga tahun di PBR, pertama saat ditangani Simon Mc'Menemy lalu Dejan Antonic yang melanjutkan Simon. Selama di PBR, saya sempat mengikuti pelatihan lisensi C AFC untuk modal saya jadi pelatih, satu tahun kemudian ambil lisensi B selanjutya ambil lisensi A AFC," tutur Nova.

Berbekal itu, Nova pun kini dipercaya menjadi asisten pelatih timnas Indoensia membantu Shin Tae-yong. Bersama Shin Tae-yong, Nova mengaku banyak pelajaran yang didapat.

Terlebih, sosok yang memiliki tinggi 1,83 m ini memiliki target suatu saat menjadi pelatih tim Liga 1, termasuk melatih klub dari luar negeri.

"Sebagai pelatih pasti saya punya target, target pribadi bagaimana saya dan seperti apa nanti, harapannya saya ingin melatih di luar, walaupun tidak menutup kemungkinan Liga 1, lihat saja ke depan seperti apa," cetus Nova.

"Untuk Liga 1, harapan saya terbesar adalah menjadi pelatih Persib Bandung dan Persebaya Surabaya," tambah Nova sambil mengakhiri.

Video