Kisah Nyata di The Conjuring 3: Sidang Pembunuhan, Terdakwa Mengaku Kerasukan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Los Angeles - Momen akhir Oktober yang lekat dengan nuansa horor, dimanfaatkan Warner Bros untuk memperkenalkan jagat sinema The Conjuring. Termasuk memperkenalkan lebih dalam soal film jilid tiga dan teranyar dalam waralaba ini, The Conjuring: The Devil Made Me Do It.

Warner Bros baru-baru ini merilis video sepanjang setengah jam, berisi wawancara dengan sineas dan pemain untuk membedah film-film dalam waralaba ini. Mulai dari The Nun yang berlatar tahun 1952 hingga film ketiga The Conjuring pada 1981.

The Conjuring: The Devil Made Me Do It rupanya memiliki perbedaan mendasar dibanding dua film pendahulunya.

"Aku ingin The Conjuring 3 lepas dari konsep rumah berhantu seperti dua film Conjuring yang sebelumnya. Filmnya harus ada di level yang berbeda, sesuatu yang belum pernah dieksplorasi dunia Conjuring sebelumnya," tutur James Wan, produser The Conjuring 3 dan sutradara dua film sebelumnya, dalam video ini.

Devil Made Me Do It

The Conjuring (2013) (Warner Bros. Pictures)
The Conjuring (2013) (Warner Bros. Pictures)

The Conjuring 3 yang disutradarai Michael Chaves, kembali menampilkan Patrick Wilson dan Vera Farmiga sebagai Ed dan Lorraine Warren. Kini yang diadaptasi adalah kasus hukum nyata yang ikut ditangani pasangan paranormal tersebut, tentang seseorang bernama Arne Cheyenne Johnson.

Pada 1981, ia dituduh melakukan pembunuhan, dan ia melakukan pembelaan bahwa saat itu ia sedang kerasukan. Kasus ini juga dikenal dengan julukan "Devil Made Me Do It" alias Iblis yang membuatku melakukannya.

Pengaruh Iblis?

Ilustrasi penjara. (Sumber Pixabay/AlexVan)
Ilustrasi penjara. (Sumber Pixabay/AlexVan)

Dilansir dari dokumen pemberitaan AP pada 1986, kasus ini bermula dari peristiwa penusukan terhadap Alan Bono, 40 tahun, pada Februari 1981. Jaksa menyebut Alan Bono dan Arne Cheyenne Johnson sempat terlihat minum-minum dan bersitegang sebelum terjadi penusukan.

Di persidangan, Arne Johnson mengklaim kerasukan setan setelah menantang roh jahat untuk keluar dari tubuh anak 12 tahun dalam sebuah sesi eksorsis. Dia mengaku melakukan pembunuhan karena pengaruh iblis.

Pengakuan Arne Johnson

Arne Johnson, sosok yang pengalamannya diangkat dalam The Conjuring: The Devil Made Me Do It. (tangkapan layar YouTube/  Warner Bros. Entertainment)
Arne Johnson, sosok yang pengalamannya diangkat dalam The Conjuring: The Devil Made Me Do It. (tangkapan layar YouTube/ Warner Bros. Entertainment)

Arne Johnson yang asli sempat ikut berbicara di video yang dirilis Warner Bros. Ia menceritakan kejadian yang terjadi hampir empat dekade lalu tersebut.

"Saat aku mencapai anak tangga paling bawah, begitu aku membuka pintu, aku tak ingat apa pun. Hal selanjutnya yang kutahu, aku ada di sel penjara," tuturnya.

Ia menambahkan, "Aku bertanya 'Apa yang terjadi', dijawab 'Kamu ditangkap karena pembunuhan'. Aku lalu berkata, 'Kamu ngomong apa?".

Pertama Kali dalam Sejarah di AS

Vera Farmiga dan Patrick Wilson juga sempat mengomentari kasus ini. "Persidangan Arne Cheyenne Johnson, ini adalah kasus yang sangat dikenal luas. Pertama kalinya dalam sejarah hukum di Amerika Serikat, kerasukan digunakan sebagai alasan melakukan pembunuhan," tutur keduanya secara bergantian.

Patrick Wilson menjanjikan sensasi berbeda dalam The Conjuring 3 dibanding yang sebelum-sebelumnya. "Kami bakal mengalami yang jauh berbeda dari film Conjuring lainnya," tuturnya.

Penasaran? The Conjuring: The Devil Made Me Do It ditargetkan tayang pada 4 Juni 2021.