Kisah Pahlawan Lingkungan Rela Berdiri di Samping Sungai demi Cegah Orang Buang Sampah Plastik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pencemaran lingkungan lewat sampah plastik terjadi di hampir seluruh belahan dunia. Solusinya tentu tak melulu soal imbauan dan teori berlapis, tapi juga praktik langsung untuk secara tuntas memutus rantai tersebut.

Inilah yang dilakukan seorang pria India, Chandra Kishore Patil. Ia rela berdiri di dekat Sungai Godavari untuk mencegah orang-orang membuang sampah, termasuk sampah plastik, ke sungai.

PBB mencatat bahwa dunia telah memproduksi polusi limbah plastik kurang lebih sebanyak 300 juta ton setiap tahun, hampir setara jumlah berat seluruh manusia di muka bumi. Jika tak segera ditanggulangi, bakal ada lebih banyak sampah plastik di laut ketimbang ikan pada 2050.

Oleh karena itu, saat ini sudah mulai banyak gerakan kolektif yang digalakkan untuk mencegah memburuknya polusi limbah plastik di laut, dimulai dari sumbernya, yakni individu dan rumah tangga. Tak hanya lembaga-lembaga tertentu, tapi juga dilakukan perorangan.

Salah satunya seperti yang diperbuat Patil, pria yang baru-baru ini viral di media sosial karena aksi mulianya menghentikan warga sekitar membuang sampah plastik di Sungai Godavari, sungai terpanjang kedua di India setelah Ganga. Momen tersebut diunggah anggota Indian Foreign Service (IFS), Swetha Boddu, di akun Twitter pribadinya.

"Saya melihat pria ini berdiri di jalan ini sepanjang hari dengan peluit di tangannya untuk menghentikan orang-orang membuang 'sampah suci' Dussehra dalam kantong plastik ke Godavari, Nashik," tulis Boddu. Unggahan itu lengkap dengan momen foto Patil berdiri di samping deretan kantong sampah sisa perayaan festival Hindu, Durga Puja, belum lama ini.

Melakukannya Sejak 5 Tahun Lalu

Sampah yang dikumpulkan oleh Chandra Kishore Patil untuk disalurkan ke pihak pemerintah setempat (dok. Twitter @swethaboddu/ https://twitter.com/swethaboddu/status/1322370940831899648/Brigitta Bellion)
Sampah yang dikumpulkan oleh Chandra Kishore Patil untuk disalurkan ke pihak pemerintah setempat (dok. Twitter @swethaboddu/ https://twitter.com/swethaboddu/status/1322370940831899648/Brigitta Bellion)

Melansir Hindu Times, Selasa, 10 November 2020, Patil menyebut, dirinya selama ini tinggal di lingkungan masyarakat yang dekat dengan sungai. Seiring tahun, air sungai jadi lebih kotor karena banyak orang membuang limbah rumah tangga ke sungai setelah perayaan festival.

Lima tahun lalu, ia memutuskan untuk mengambil sikap dan menghentikan orang-orang yang mencemari perairan dekat tempat tinggalnya itu.

"Saya telah melakukan ini setiap tahunnya selama lima tahun sekarang, dan akan terus melakukannya selama kondisi kesehatan saya masih memungkinkan," kata Patil. Sampah yang terkumpul olehnya kemudian diambil pemerintah kota dan dibawa ke tempat pembuangan sampah terpisah.

Dibagikan pada 31 Oktober, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 1,4 ribu pengguna dan mengundang ratusan komentar warganet. Orang-orang tak bisa berhenti memuji upaya Patil, dan banyak yang menjulukinya sebagai pahlawan lingkungan.

"Saya salut dengan prajurit alam ini. Ia benar-benar memberi contoh untuk diikuti orang lain. Setiap orang dapat menjadikan ini bagian dari kehidupan dengan tidak membiarkan orang-orang membuat sungai kita menjadi tempat pembuangan sampah. #salutetonaturewarrior," komentar salah satu pengguna Twitter.

"Saya kenal Pak Patil lebih dari 12 tahun lalu. Ia melakukan banyak aktivitas dan aksi sosial seperti mengumpulkan foto-foto Dewa, menciptakan kesadaran akan kebersihan pada anak-anak di India. Saya benar-benar bangga dan selalu mendukungnya," imbuh akun lainnya. (Brigitta Valencia Bellion)

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: