Kisah Paus Orca Paling Kesepian di Dunia, 10 Tahun Lebih Hidup Sendiri di Kolam Beton

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Orca yang bernama Kiska adalah paus pembunuh terakhir yang hidup di taman laut Marineland. Mamalia ini telah dijuluki orca paling kesepian di dunia setelah terungkap bahwa dia telah menghabiskan 10 tahun terakhir hidupnya sendirian di kolam beton.

Dikutip dari Oddity Central, Rabu (6/10/2021), diketahui bahwa lumba-lumba dan paus adalah hewan paling cerdas di dunia, mereka adalah makhluk sosial yang membutuhkan banyak interaksi dengan kelompoknya. Namun sayangnya bagi mereka yang dibesarkan di penangkaran tidak dapat memenuhi kebutuhan sosialnya tersebut.

Dalam satu kasus yang menyedihkan, orca yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di penangkaran selama 10 tahun terakhir benar-benar sendirian di kolam beton, di sebuah taman laut di Ontario, Kanada. Ia bahkan telah menunjukkan tanda-tanda kesedihan seperti mengambang lesu dan memukul-mukul kepalanya ke sisi kolam.

Kiska ditangkap pada tahun 1979, ketika orca itu masih berusia tiga tahun, di dekat pantai Islandia, dan telah menghabiskan 42 tahun sejak di penangkaran, tetapi pada saat itu setidaknya terdapat beberapa paus jenis lain yang berada di kolam. Pada suatu hari dia melahirkan lima anak, tetapi mereka semua mati, dan satu per satu, paus lain di kolam itu juga mati, sehingga Kiska menjadi satu-satunya yang tersisa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Membutuhkan Penanganan Serius

Bayi Paus Orca Ditemukan Mati Terdampar di Pesisir Pantai Plimmerton, utara Wellington, Selandia Baru. (Photo: Marty MELVILLE AFP)
Bayi Paus Orca Ditemukan Mati Terdampar di Pesisir Pantai Plimmerton, utara Wellington, Selandia Baru. (Photo: Marty MELVILLE AFP)

Sejak 2011, Kiska tidak memiliki teman orca, atau paus jenis apa pun untuk berinteraksi dan kondisi ini telah mempengaruhinya.

Rekaman menyedihkan yang difilmkan di Marineland menunjukkan orca malang itu mengambang tak berdaya di kolamnya dan mengerang pelan. Video lain menunjukkan dia tanpa berpikir membenturkan kepalanya ke sisi kolam, sehingga menurut para aktivis hewan perilaku ini terkait dengan kebosanan dan kurangnya interaksi.

"Video ini diambil pada 4 September 2021. Aktivis anti penangkaran memasuki MarineLand dan mengamati Kiska, orca terakhir mereka yang masih hidup membenturkan kepalanya ke dinding. Silakan tonton dan bagikan. Kekejaman ini harus diakhiri. #FreeKiska." tulis aktivis anti-penawanan dan pelapor, Phil Demers di Twitter.

Camille Labchuk, direktur eksekutif organisasi advokasi hukum hewan nasional, Animal Justice, mengatakan bahwa Kiska adalah salah satu dari sedikit mamalia laut yang tersisa di Marineland dan kini sudah saatnya sesuatu dilakukan untuk membantunya.

"Dia mungkin orca paling kesepian di dunia dan itu sangat menyedihkan, sehingga sulit untuk tidak merasakan simpati atas apa yang dia alami. Kami pikir sangat penting bagi lembaga penegak untuk menangani masalah ini dengan serius, dan perlu dan tepat untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk membantu Kiska." ucap Labchuk.

Setelah melihat rekaman Kiska yang menyedihkan, Dr. Naomi Rose, seorang ilmuwan di Animal Welfare Institute, mengkonfirmasi bahwa kondisi orca itu serius dan dia sangat membutuhkan bantuan segera.

Sebelum terjadinya kasus Kiska, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyebut Marineland sebagai salah satu tempat terburuk bagi hewan laut di dunia, karena telah tercatat bahwa puluhan mamalia seperti lumba-lumba dan paus telah mati di sana selama beberapa dekade terakhir.

Penulis: Vania Dinda Marella

Infografis Geger Temuan Sea Glider Bawah Laut

Infografis Geger Temuan Sea Glider Bawah Laut (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Geger Temuan Sea Glider Bawah Laut (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel