Kisah Peltu Suparno dan Istri, Dipisahkan Maut Kecelakaan Cibubur

Merdeka.com - Merdeka.com - Peltu Suparno sore itu tengah membonceng istrinya, Pryastini. Dari kantor, kedua pasutri ini menuju kediamannya di Jonggol, Bogor.

Nahas, ketika melewati jalan Alternatif Cibubur, tepatnya di depan Mitra 10, motor yang mereka kendarai ditabrak truk tangki Pertamina. Keduanya meninggal dunia. Tak cuma Suparno dan istrinya. 9 Orang yang berkendara saat itu juga tewas dilindas truk tangki Pertamina itu.

Suasana duka mengelilingi rumah Suparno dan istri. Tepatnya, di Komplek TNI AL, Desa Sukamana, Jonggol, Kabupaten Bogor. Jenazah akan dimakamkan di tempat Pemakaman Keluarga TNI AL Jonggol pukul 13.00 WIB.

Salah seorang tetangga menceritakan keseharian Suparno dan sang istri Priyastini.

"Mereka (Pasutri anggota TNI) kalau berangkat kerja terpisah, tapi kalu pulang selalu bareng," cerita sang tetangga Nono saat diwawancara di rumah duka.

Nono mengaku, kehidupan rumah tangga Suparno bersama keluarganya sangat harmonis. Namun keharmonisan tersebut kini meninggalkan duka.

Saat olah TKP, keberadaan Suparno sempat terpisah dengan sang istri Priyasrtini. Bahkan sang istri sempat belum diketahui identitasnya. Hingga akhirnya teridentifikasi saat dibawa RS Polri Kramat Jati. Keduanya kembali bertemu di rumah duka pada pukul 22.00 WIB.

Pasutri tersebut meninggalkan seorang anak tunggal yang sedang duduk di bangku kuliah. Apriano Bagus Sadewo (22) yang kini semester akhir sedang berkutat dengan skripsi di salah satu universitas di Depok.

Anggota TNI Suparno bersama istri akan di Taman Makam Pemakaman keluarga TNI AL, Jonggol. Nantinya akan dimakamkan dalam satu liang lahat. Inspektur upacara dipimpin langsung Letkol Laut Rapin A.

Kronologi Kecelakaan

Muhammad Anwar (42), salah seorang driver ojek online yang menjadi saksi terjadinya kecelakaan truk tangki Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Jakarta Timur.

"Truk tangki itu pertama nyundul seorang wanita pakai motor," kata Anwar di lokasi kejadian, Senin (18/7).

"Itu kita enggak tahu, keseret deh pokoknya ya tiba-tiba sampai di sini, itu sudah tidak berpakaian. Nah itu setahu saya ngangkat cuma 2 mayat. Setahu saya yang di bawah tangki itu ada 12. Yang selamat itu 6 yang saya tahu itu," sambungnya.

Dia menyebut, titik awal kejadian kecelakaan tersebut dari Mitra10. Saat itu, kecepatan truk kira-kira 50 kilometer per jam.

"Namanya turunan ini kan berbahaya, di depan ada lampu merah, curam, nah di situ. Ya mobil yang ini, orang pada keluar (dengar suara tabrakan besar)," sebutnya.

Dalam mobil berwarna merah dengan plat nomor F 1891 NQ itu dikatakannya, ada sebanyak empat orang. Tiga orang di antaranya orang dewasa serta satu orang anak SMP. "Yang meninggal ibu-ibu," ucapnya.

Tak hanya itu, pada saat kejadian tersebut banyak warga yang berteriak. Terlebih, adanya orang yang terseret oleh truk tangki Pertamina.

"Saya bilang 'itu di bawah ada yang keseret.' Dia bilang 'rem blong rem blong' gitu doang," ujarnya.

Ketika itu, sopir serta kernet truk tangki Pertamina dikatakannya selamat. Namun, ia tak mengetahui keduanya itu dibawa kemana.

"(Sopir) Diamankan sama kernet satu, sopirnnya selamat enggak kenapa-kenapa. Enggak tahu dibawa ke mana itu," ungkapnya.

Tak Temukan Jejak Rem

Polisi tidak temukan bekas jejak rem dari truk BBM Pertamina dalam kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Meski begitu, kepolisian akan memeriksa supir truk tersebut.

"Kalau kami cek di lapangan ini sementara belum ada bekas rem. Tapi untuk lebih lanjut kami akan melakukan pemeriksaan kendaraan ini dengan teknisi. Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sopir," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman.

Kepolisian juga berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk melakukan evakuasi terhadap truk tersebut. Pasalnya, truk itu dalam keadaan terisi oleh BBM.

"Katanya isi. Akan kita cek lebih lanjut. Kita akan koordinasi dengan Pertamina untuk mengosongkan untuk melakukan evakuasi dengan alat berat. Sementara supir dan kernet sudah diamankan," katanya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel