Kisah Pemain AC Milan Asal Papua Cium Kaki Ibunya Demi Restu Jadi TNI

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kisah Falen Mariar, seorang pemuda asal Manokwari yang pernah membawa nama Papua ke kancah sepak bola Internasional cukup menarik perhatian.

Atlet muda berbakat yang pernah merumput di club sepak bola ternama Itali, AC Milan itu ternyata sempat mendapat penolakan dari Sang Ibu tercinta ketika ingin memutuskan beralih profesi untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Falen mengisahkan, ketika dirinya mengetahui Kodam XVII/Cenderawasih membuka pendaftaran Bintara untuk jadi Anggota TNI dengan jalur Otonomi Khusus (Otsus), dia langsung bergegas untuk mempersiapkan segala kebutuhan berkas-berkas administrasi guna melengkapi syarat pendaftaran.

Ketika itu, lanjut Falen, dia langsung pulang menuju rumahnya untuk bertemu dengan Ibunya guna meminjam sejumlah uang untuk fotocopy kebutuhan syarat pendaftaran untuk mengikuti pendidikan tentara di Pulau Jawa. Permintaan Falen pun sempat ditolak oleh Sang Ibunda tercinta karena Sang Ibu mengetahui pendidikan tentara sangat disiplin dan keras.

"Tidak bisa kalau kamu mau jadi tentara Mama tidak kasih. Mama itu takut kalau kamu pendidikan di sana, tugas dan tanggung jawab kamu harus jalani terus menerus. Terus sampai di mana saja kamu bertugas harus dijalani bertahun-tahun, tidak bisa melihat keluarga lagi," kata Falen Mariar mengisahkan penolakan Sang Ibunda tercinta dikutip VIVA Militer dari akun Youtube TNI AD, Kamis, 4 Maret 2021.

Mendengar penolakan tersebut, Falen pun berusaha meyakini Sang Ibunda tercinta.

"Saya bilang, Mama itu bukan penghalang untuk keluarga. Yang penting kalau saya ditugaskan di mana saja, yang penting nomor hp Mama selalu aktif. Biar disaat saya ada gaji kan saya kirim untuk keluarga. Tidak usah pikirkan saya, yang penting Mama hanya tinggal bantu saya dengan doa, dukung saya dengan doa saja saya sudah senang, biar kedepannya perjalanan saya lebih baik lagi," ungkapnya.

Kegigihan serta niat kuat Falen ingin menjadi seorang prajurit TNI sama sekali tidak tergoyahkan. Dia terus berupaya agar tetap dapat berangkat ke Pulau Jawa mengikuti pendidikan Bintara TNI melalui jalur Otsus Papua.

Karena Falen mengaku bahwa sebenarnya menjadi seorang tentara adalah cita-citanya sejak kecil dulu. Falen mengisahkan, semasa kecil dulu dia pernah melihat kegagahan para prajurit TNI yang ada di tanah kelahirannya, Manokwari, Papua.

Tubuh kekar dengan seragam loreng yang dilengkapi senjata lars panjang yang menjadi khas TNI telah membuat Falen kecil ingin menjadi seorang tentara.

Sampai pada akhirnya tiba, Falen yang dikenal pernah berprestasi di bidang olah raga Sepak Bola lolos untuk mengikuti pendidikan Anggota TNI. Dia harus berangkat ke Pulau Jawa dan mengikuti pendidikan di Rindam Jaya, Jakarta.

Falen pun pada akhirnya tetap memutuskan untuk melangkahkan kakinya berangkat mengikuti pendidikan SECABA TNI Angkatan-28.

Dengan penuh haru, Falen mencium telapak kaki Sang Ibunda tercinta di bandara, seraya mengharapkan doa dan dukungan agar berhasil dalam mengikuti pendidikan untuk menjadi seorang prajurit TNI AD yang kelak dapat membahagiakan Ibu dan adik-adiknya.

Dan kini Falen berhasil membuktikan kepada keluarganya bahwa dia dapat menjadi seorang prajurit TNI sebagaimana yang dia cita-citakan sejak kecil dulu.

"Terima kasih kepada Mama dan Papa. Tanpa orang tua saya tidak mungkin bisa memakai seragam loreng seperti sekarang ini," kata Falen.

Baca: Pemain Bola AC Milan Camp Junior Kini Jadi Prajurit TNI