Kisah Pembenci Islam, Andre Ho Kini Bahagia Menjadi Mualaf

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berpindah agama dari Kristen menjadi Islam membuat Andre Ho dihadapkan dengan beragam cerita suka dan duka di dalam hidupnya.

Andre mengatakan bahwa ia sempat tidak menyangka bisa memeluk agama Islam, hingga ia pernah menyatakan bahwa tidak akan pindah agama saat masih beragama Kristen.

"Makanya saya sampe sekarang itu kaget, juga tidak menyangka diri saya yang dulu agama saya Kristen dan bernama Andre Ho sekarang bisa berubah menjadi Muhammad Fikrul Mustanir. Sampai saya pernah menulis status di Facebook bahwa seribu persen saya tidak akan pindah agama," ucap Andre.

Menulis status dengan sangat percaya diri dan lantang, Andre mengungkapkan alasan ia melakukan itu.

"Iya, itu dulu saya sangat PD karena memang saya lahir di keluarga Kristen, besar di keluarga Kristen, belajar Al Kitab, lingkungan Kristen, gak pernah berbaur dengan agama lain, apalagi agama yang saya benci, cukup mengenal saja, tetapi tidak akrab" jelas Andre.

Andre juga menyebutkan alasan ia membenci Islam, di mana semua itu bermula dari tragedi 98.

"Dulu itu saya termasuk yang paling benci dengan agama Islam, karena dari tragedi 98 di mana ada pembantaian orang-orang non muslim, orang Tionghoa, itulah yang membuat saya benci dengan Islam," ujarnya.

Ketika ditanya mengapa memilih Islam, Andre menyebutkan dahulu hampir menjadi ateis.

"Saya dulu hampir ateis, saya dulu rajin ke gereja, cuma saya merasa ragu hingga akhirnya saya tuh bimbang hingga ada pertanyaan-pertanyaan yang nggak terjawabkan," ucapnya.

"Pada suatu saat ada saudara saya yang mengatakan begini, lu percaya Tuhan? Percaya. Siapa Tuhanmu? Ya Tuhan. Siapa namanya? Ya Tuhan," kata Andre.

Namun, ternyata saat itu saudaranya tersebut terus-menerus memberi penjelasan atas beberapa hal mengenai agama Islam, hingga akhirnya Andre penasaran dan mengikuti ajakan saudaranya untuk ikut ke kajian.

"Dan saya datang ke kajian itu dengan posisi masih memeluk agama Kristen," ujarnya.

Andre kemudian menceritakan bagaimana melalui kajian itu ia mulai mengenal siapa Tuhannya, siapa Nabinya.

"Diajarkanlah saya hukum-hukumnya dan di situ yang membuat saya tertarik itu adalah saya baru tahu bahwa di Islam ini, tidur diatur, bangun pun diatur. Hidup diatur, mati pun diatur," tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, Andre semakin penasaran sampai mengikuti empat kajian dengan masih berstatus agama Kristen, hingga hidayah yang luar biasa datang kepadanya.

"Dan akhirnya saya tergerak, dan memutuskan untuk membaca dua kalimat syahadat 'Asyhaduan Laa Ilaaha ill Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullah' tanggal 24 April 2019," ujarnya.

Kini, Andre mengaku sangat senang dan merasa tidak ada beban sama sekali setelah hatinya tergerak untuk menjadi mualaf.

Laporan: Prima Nadya Rahayu