Kisah Pemuda 19 Tahun Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 membuat banyak bisnis terpaksa gulung tikar. Namun, tak sedikit yang terus berinovasi demi menyelamatkan bisnisnya di tengah krisis ini.

Seperti yang dilakukan oleh Catur Kurnia Putra, pebisnis muda berusia 19 tahun, yang tak berhenti melakukan perubahan pada bisnisnya. Catur merupakan pemilik brand fashion asal Purbalingga, Dzargo, brand fashion khusus pria yang baru berdiri awal 2020.

Pertama, dia mengubah segmentasi penjualan produknya, dari kelas menengah menjadi kelas menengah ke bawah. Namun, kualitas tetap dipertahankan.

Selain itu, dia juga akan segera mengeluarkan produk-produk baru, setelah di awal pendiriannya hanya memproduksi kaos polos dengan berbagai warna.

"Mulai dari kaos dengan desain, kemeja, jaket, sweater, celana chino, celana jogger, celana cargo, tas, topi, masker sampai sandal casual. Harganya semua terjangkau, tapi bahannya tidak kalah bagus dengan yang merek mahal," ujar Catur.

Catur mengatakan, dia sebenarnya sudah mulai merintis usaha miliknya sejak tahun 2019. Dengan modal yang dikumpulkan sendiri sejak SMP, dia mulai memproduksi kaos polos yang masih belum memiliki brand.

Alasan dia memilih kaos polos, karena peminatnya sudah pasti banyak. Terutama untuk warna hitam, putih, marun dan navy. Jangkauan pemasarannya juga makin lama makin luas. Dari hanya Pulau Jawa sampai akhirnya meluas ke hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Kalau untuk nama Dzargo sendiri sudah saya pakai sejak SMP, saat saya baru mulai membuka toko online. Awalnya namanya Zargo, karena terdengar keren dan mudah diingat. Tapi ternyata sudah ada yang menggunakan nama itu. Daripada pusing cari nama lagi, saya beri tambahan D di depannya jadi Dzargo," jelas Catur.

Sayangnya, di saat yang bersamaan, pandemi COVID-19 mulai merajalela di Indonesia. Banyak bisnis yang tidak bisa bertahan dan akhirnya gulung tikar. Selama satu tahun terakhir ini, Catur dan timnya berupaya agar Dzargo bisa tetap bertahan meskipun penjualan menurun drastis.

"Syukur alhamdulillah, dengan perubahan strategi marketing dan target pasar masih bisa bertahan, bahkan akan segera meluncurkan produk-produk baru," katanya.

Catur mengaku optimis industri fashion bakal bisa bertahan di situasi pandemi. Dia berharap, semangat yang dia miliki ini juga bisa dimiliki oleh para pebisnis lain, terutama para anak muda.