Kisah Penjual Mi Ayam yang Terdampak COVID-19

Syahdan Nurdin, pppadaqu
·Bacaan 1 menit

VIVA – Bu Gina, seperti itulah orang-orang biasa memanggilnya. Ia adalah ibu dari tiga orang anak yang sering menjajakan daganganya ke beberapa kompleks perumahan di wilayah Wanasaba Lor, Talun, Cirebon, Jawa Barat.

Bu Gina adalah seorang penjual mi ayam. Hebatnya, mi ayam buatannya menjadi langganan warga di wilayah tersebut. Ia tak seorang diri memperjuangkan kehidupan keluarganya.

Sang suami juga bekerja sebagai penjaga sekolah di salah satu Sekolah Dasar. Meski suaminya telah bekerja, untuk mencukupi kebutuhan mereka Bu Gina rela berjualan demi membantu suami.

Namun lagi-lagi, pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat terkena dampaknya, tak terkecuali Bu Gina. Sejak awal pandemi Covid-19, perekonomian keluarganya mulai tak stabil.

Mi ayam dagangannya kini sepi pengunjung. Sementara itu, kebutuhan hidup kian bertambah. Hal itu terkadang membuat Bu Gina kadang kehilangan modal untuk memutar usahanya.

Sebab, uang hasil dagangannya kadang dipakai untuk kebutuhan hidup dan kebutuhan sekolah anak. Terutama untuk membeli kuota internet yang digunakan anaknya agar dapat mengikuti kegiatan belajar secara online.

Mengetahui hal tersebut, PPPA Daarul Quran Cirebon mengunjungi kediaman Bu Gina pada Sabtu (30/1) lalu. Kali ini, tujuan kedatangan PPPA Daarul Quran Cirebon adalah menyalurkan bantuan modal usaha dari para donatur untuk Bu Gina.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas rezeki yang Allah berikan melalui PPPA Daarul Quran Cirebon. InsyaAllah, ini akan kami gunakan untuk menambah modal usaha mi ayam agar tetap dapat berjualan seperti biasa,” ujar Bu Gina.