Kisah Perempuan 62 Tahun Hamil Setelah 16 Tahun Menopause

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Keajaiban dialami seorang wanita berusia 62 tahun. Meski menopause selama 16 tahun dan suaminya telah menjalani vasektomi, ia justru sedang hamil anak ketiga.

Melansir dari laman The Sun, Kamis (16/9/2021), perempuan itu bernama Jenny. Ia mengira tidak bisa hamil lagi, terlebih karena suaminya sudah menjalan vasektomi.

Jenny menggambarkan bayi dalam kandungannya sebagai keajaiban yang baik dan benar-benar mengejutkan pasangan itu. Ia menjawab semua pertanyaan sesama ibu atau siapa pun yang ingin hamil dalam usia tua.

Kehebohan publik pun tidak bisa dihindari saat Jenny membagikan video tentang kehamilannya secara online. Selain mengatasi hal-hal biasa yang menyertai kehamilan, seperti refluks asam, tendangan rendah yang menyakitkan, dan bayi merasa seperti ditekan ke dalam kandung kemih, Jenny juga menyebut standar ganda seputar pria dan wanita.

Jenny mengungkap bahwa tidak ada yang bertanya berapa umur suaminya. Suaminya sering diberi tahu bahwa dia "terlalu tua" untuk memiliki anak. Namun, orang tak mau repot-repot untuk bertanya soal usia, padahal orang-orang seusianya banyak yang juga ingin punya anak.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harapan Tanggal Kelahiran

Perempuan mengaku sedang hamil ketiga pada usia 62 tahun dan telah menopause selama 16 tahun (dok.Instagram/@jennys.reviews/https://www.instagram.com/p/CTyLXCupkPO/Komarudin)
Perempuan mengaku sedang hamil ketiga pada usia 62 tahun dan telah menopause selama 16 tahun (dok.Instagram/@jennys.reviews/https://www.instagram.com/p/CTyLXCupkPO/Komarudin)

Jenny mengungkap bahwa suaminya berumur 72 tahun. Ia dan suami mengharapkan anak ketiga mereka akan lahir pada 25 November 2021 bertepatan dengan perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat.

Saat bersiap untuk melahirkan lagi, Jenny mengaku menertawakan komentar negatif dari mereka yang mempertanyakan keputusannya memiliki bayi di usia 62 tahun.

Menanggapi satu orang yang mengklaim bahwa "tidak sehat memiliki bayi pada usia tua," ibu dua anak itu membalas, "Itu poin yang sangat bagus, terima kasih ... Saya sangat menghargai bimbingan Anda pada saat ini." Namun, tidak sedikit juga yang bersikeras "tidak ada yang salah" dengan menjadi ibu di usia tua.

Dukungan yang Lain

Seorang ibu hamil pada usia 62 tahun dan sudah 16 tahun tak menstruasi (dok.instagram/@ jennys.reviews/https://www.instagram.com/jennys.reviews/Komarudin)
Seorang ibu hamil pada usia 62 tahun dan sudah 16 tahun tak menstruasi (dok.instagram/@ jennys.reviews/https://www.instagram.com/jennys.reviews/Komarudin)

"Saya punya anak di usia 24, 26, 28, 30, 37, 40, 43, dan 48. Berkah di setiap usia," kata seorang ibu lain. "Tidak ada yang salah dengan menjadi ibu yang lebih tua. Saya sangat bahagia untuk Anda," timpal yang lain.

"Saya hamil anak kembar pada usia 42 dan memiliki anak ke-5 pada usia 40. Tubuh saya mengatakan apa yang bisa dilakukannya. Saya tidak memperhatikan hal lain," tulis yang lain.

Sementara yang lain mengatakan usia tidak menentukan seseorang hamil, seorang perempuan yang lain mengatakan bahwa ia melahirkan saat usianya 45 tahun dan menganggapnya sebagai berkah.

Infografis Ibu Hamil Sudah Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19

Infografis Ibu Hamil Sudah Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Ibu Hamil Sudah Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel