Kisah Perjuangan Ibu Tunggal Diberhentikan Paksa dari Pekerjaannya karena Pandemi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Di bulan September, 865.000 perempuan di Amerika Serikat diberhentikan dari pekerjaan mereka secara permanen atau tanpa batas waktu, termasuk Katharine Morales. Dibandingkan dengan pria yang jumlahnya hanya 216.000.

Korban pandemi ini jauh lebih luas daripada kesehatan fisik dan jumlahnya dibayar lebih banyak oleh kaum perempuan. Katharine termasuk salah satu perempuan yang diberhentikan dari pekerjaannya karena pandemi.

Tahun lalu, Katharine meninggalkan kariernya dan kota New York untuk mengejar pekerjaan di bidang yang menurutnya benar-benar memuaskan dalam segala hal. Walaupun dengan pemotongan gaji besar-besaran, Katharine bersemangat memulai jalan yang lebih selaras dengan nilai-nilainya.

Ia bangga menjadi sosok yang bisa dicontoh oleh putrinya, tentang melakukan apa yang disukai. Katharine dan putrinya masih sehat, namun ia harus berhenti dari pekerjaan karena pandemi.

Kasus COVID-19 mulai naik di New York dan mempengaruhi pekerjaan Katharine

ilustrasi ibu dan anak/Photo by Kenny Krosky on Unsplash
ilustrasi ibu dan anak/Photo by Kenny Krosky on Unsplash

Sedangkan pasangannya sedang berada dalam kebijakan cuti sakit. Dalam minggu-minggu ketika jumlah kasus aktif dan kematian meningkat begitu cepat di New York, ada rasa takut yang membayangi keluarga Katharine.

Sebagai seorang ibu tunggal yang bekerja dengan upah rendah, rasa panik Katharine bukan tentang kesehatan atau kesejahteraan keluarganya. Rasa cemasnya adalah tentang logistik.

Jika sekolah ditutup, apa yang harus dilakukannya agar ia bisa tetap bekerja dengan seorang anak? Katharine menjadi iri kepada para ibu yang memiliki pilihan untuk tinggal di rumah bersama anak mereka sambil tetap mencari nafkah.

Katharine dengan panik mulai mencari tahu pusat penitipan anak di luar sekolah hanya untuk mengetahui bahwa semuanya juga tutup ketika sekolah tutup. Pekerjaannya tidak menawarkan cuti berbayar atau perumahan gratis untuk meringankan beban sewa saat mencari penitipan anak penuh waktu.

Tempatnya bekerja juga tidak mengizinkan Katharine untuk membawa putrinya. Hal yang didapatkan oleh Katharine adalah gaji mingguan berjumlah kecil untuk menutupi biaya perawatan anak.

Katharine mendapatkan bantuan dari orang-orang terdekatnya

ilustrasi ibu dan anak/copyright by antoniodiaz from Shutterstock
ilustrasi ibu dan anak/copyright by antoniodiaz from Shutterstock

Katharine berhasil melewati bulan Maret dengan serangkaian bantuan, pengasuh bayi yang aneh, dan masa-masa dirinya jatuh sakit. Katharine merasa sangat beruntung memiliki teman dan keluarga yang mencintainya dan putrinya.

Di saat ia pindah sangat jauh dari semua orang yang dikenalnya dan begitu banyak penderitaan sepanjang tahun 2020 dalam kesepian, orang-orang tersebut tetap datang kepadanya. Orang-orang terkasih dari Baltimore, New York, dan California mendatanginya, membantu Katharine menjaga anaknya ketika ia harus bekerja.

Beberapa dari mereka kehilangan pekerjaan secara permanen atau sementara, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu. Sayangnya, di luar dukungan dari semua orang terdekat, tempatnya bekerja justru tidak dapat mempertahankannya.

Hari-hari Katharine terbagi menjadi bekerja untuk hal yang disukainya dan memohon kepada manajernya untuk bisa tetap bekerja. Minggu ini, Katharine dan putrinya berkendara ke seluruh negeri untuk pindah sampai ada pekerjaan yang tersedia untuknya.

Katharine tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan berada di posisi ini. Bagaimana menurutmu?

#ChangeMaker