Kisah Pilot Lion Air yang Jatuh di Bali

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

TEMPO.CO, Tangerang- Pilot Lion Air yang jatuh di laut Bali, Mahlup Gozali mengaku baru sekali gagal mendarat. Gozali sudah 23 tahun menjadi pilot dan masa terbangnya lebih dari 15 ribu jam. »Saya belum pernah gagal mendarat. Ini pertama dan terakhir. Insya Allah, jangan sampai terjadi lagi,” katanya saat ditemui di rumahnya, Jumat, 19 April 2013. 

Pilot yang sudah 10 tahun bekerja di Lion Air tersebut tak menyangka pada Sabtu 13 April lalu ia akan gagal mendarat. Apalagi pesawat yang ia kemudikan adalah pesawat dengan teknologi yang sangat canggih. Terlebih, keadaan pesawat dan cuaca menurut Gozali dalam keadaan normal-normal saja. 

Gozali tak mau menerka-nerka apa yang menyebabkan pesawat Boeing 737-800 yang ia terbangkan dari Bandung ke Denpasar nyemplung di perairan sekitar bandara Ngurah Rai, Denpasar. »Biar Komite Nasional Keselamatan Transportasi saja yang jelaskan. Mereka yang investigasi,” kata pria 48 tahun tersebut. (Baca: Lion Air Uji Narkoba Rambut Pilot Ghozali)

Gozali adalah alumnus Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, lulus pada 1988. Sejak itu ia sudah mengemudikan berbagai jenis pesawat, di antaranya twin otter, CN-235, Fokker 28, MD-80, MD-81, MD-82 MD-83, dan Boeing.

Boeing 737-800 tak masuk dalam daftar pesawat yang sulit dikemudikan. Yang paling sulit dikemudikan bagi Gozali adalah pesawat Twin Otter. »Sebab teknologinya terbatas. Teknologi lama. Itu pesawat baling-baling,” katanya. 

Ia pun mengatakan tak pernah mengalami kesulitan dalam pendaratan. Ia tak mengingat satu pun tempat di mana ia kesulitan mendarat. »Semua sama-sama saja,” katanya. 

ANANDA BADUDU

Topik Hangat:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo

Berita Terpopuler:

Kena Gusur, Warga Waduk Pluit Marah pada Jokowi  

Begini Tampang Tersangka Bom Boston sesuai CCTV  

Lion Air Jatuh, Boeing Beri Penghargaan Pilot  

Jokowi Dilarang 'Nyapres'  

Jokowi Tak Suka Ujian Nasional 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat