Kisah Pilu Aisyah, Sebatang Kara Ditinggal Wafat Ibu karena COVID-19

Dedy Priatmojo, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19, menyisakan kisah pilu bagi Aisyah Allisa, anak perempuan yang masih berusia 10 tahun. Hal itu setelah, bocah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar ini, harus menjadi anak yatim piatu.

Bermula dari sang ibu yang dikasihinya, Rina, meninggal dunia di kediaman mereka di Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, karena terpapar COVID-19.

Ketua RW 18, tempat tinggal Aisyah, Marliansyah A. Baset mengatakan, semua itu berawal, pada Jumat, 15 Januari 2021 pagi. Dimana, ibu kandung Aisyah, mengeluh pusing, batuk dan demam kepada ibu-ibu yang berada di gang rumahnya.

Mendengar keluhan itu, warga setempat pun berinisiatif untuk mengantarkan almarhumah Rina berobat ke Puskesmas Benda Baru.

Lalu, setiba di puskesmas, Rina langsung menjalani Rapid Test dan hasilnya reaktif COVID-19. Hingga, petugas pun merujuk ke Rumah Sakit Permata untuk menjalani Swab Test atau PCR.

"Pas di swab test, hasilnya positif, disana petugas medis kasih dua pilihan, mau dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri. Terus, almarhumah pilih isolasi mandiri di rumah, karena Aisyah tinggal sendiri, enggak ada yang jaga, karena kan ayahnya sudah meninggal pas Aisyah masih umur dua tahun," katanya saat dikonfirmasi, Kamis, 21 Januari 2021.

Almarhumah pun dibawa ke rumah untuk menjalani isolasi mandiri. Disana, Aisyah merawat sang ibu yang tengah sakit. Tapi, pada 16 Januari 2021, pukul 17.30 WIB, warga mendengar tangisan pilu Aisyah.

"Pas mau Maghrib, kita warga lagi di depan, dengar Aisyah nangis. Kita mau masuk kan enggak bisa, karena yang bersangkutan pasien COVID-19. Akhirnya, saya langsung hubungin petugas medis, kelurahan, sama kepolisian dan enggak lama petugas dateng," ujarnya.

Petugas pun melakukan pengecekan dan nyatanya, almarhumah pun dinyatakan meninggal dunia. Lalu, jenazah pun dirapihkan di atas tempat tidur, sembari menunggu untuk dimakamkan. Namun, karena waktu yang sudah malam, akhirnya proses pemakaman dilakukan pada Minggu, 17 Januari 2021 pukul 06.00 WIB di TPU Jombang

"Setelah proses pemakaman, saya bawa Aisyah ke Siloam Hospital untuk swab test dan ternyata hasilmya positif, karena terpapar dari almarhumah. Dari sana, Aisyah langsung dibawa ke Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatam untuk menjalani perawatan" ungkapnya.

Di rumah lawan COVID-19, Marliansyah menjamin bila nantinya Aisyah akan selalu dikontrol oleh warga setempat, dan memastikan Aisyah mendapatkan perawatan dengan baik.

"Meski Aisyah disana, kita juga terus pantau dan kami pastikan Aisyah tidak kekurangan satu hal pun, biar dia tetap semangat untuk sehat," ungkapnya.