Kisah Pilu di Balik Kematian Gadis Berusia 14 Tahun yang Bunuh Diri

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Ketika putri yang sangat disayangi meninggal karena bunuh diri, pastinya setiap orangtua akan merasakan kesedihan yang mendalam. Hati siapa yang tak akan berduka saat putri yang dikenal periang ternyata menyimpan kesedihan yang mendalam hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Inilah yang dirasakan oleh orangtua Uma Gupta.

Uma Gupta, melansir laman metro.co.uk, gadis berusia 14 tahun ini memberi tahu teman-temannya bahwa ibunya akan menjemputnya usai pesta pada tanggal 2 Maret 2019. Sebelum meninggalkan pesta itu, suasana hati Uma tampak berubah. Tapi siapa sangka, Uma malah menuju stasiun dan bunuh diri menabrakkan diri ke kereta yang melaju.

Menjadi Korban Perundungan

ilustrasi/copyrightshutterstock/Lopolo
ilustrasi/copyrightshutterstock/Lopolo

Dari sidang di pengadilan Manchester Coroner, diketahui bahwa Uma dirundung di sekolahnya. Dia pun memiliki buku diari rahasia yang baru ditemukan setelah kematiannya. Gadis asal Didsburry ini juga ternyata sedih atas kematian kerabatnya yang bunuh diri pada bulan September 2018.

Pada malam Uma berangkat ke pesta di malam kematiannya itu, orangtuanya melihat anak perempuannya itu tampak sangat cantik. "Dia tampak bahagia," kata orangtuanya.

Tak ada yang menyangka sosok periang seperti Uma memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Murid Parrs Wood High School itu membuat banyak tulisan di buku hariannya yang berisi ketidakbahagiaannya. Sebuah tulisan pada tanggal 10 Oktober 2018 berisi, "Jangan kesal. Aku tidak bahagia dan situasi tidak akan berubah. Anggap saja aku tak pernah ada di sini. Aku mencintai keluarga dan teman-temanku."

Pada bulan November 2018, keluarganya sering melihat Uma tampak sedih dan pendiam. Bahkan pada tanggal 21 Desember 2018, Uma dilarikan ke Rumah Sakit Anak Royal Manchester oleh polisi setelah ditemukan menghantamkan kepalanya ke lantai sambil berkata ingin mati. Dalam pemeriksaan psikiatri Uma mengungkapkan bahwa dirinya dirundung di sekolah dan ada seorang gadis yang mengancam mau menikamnya.

Pihak sekolah pun langsung mengambil tindakan tegas dan mengeluarkan murid yang merundung Uma. Pada bulan Januari 2019 dan seterusnya tidak ada laporan lagi, sehingga dianggap situasi sudah membaik.

Koroner senior Nigel Meadows memaparkan alasan seseorang melukai dirinya sendiri sangat beragam dan kompleks. Dalam kasus Uma, selain menjadi korban perundungan, ada kemungkinan Uma juga butuh bantuan karena masalah mentalnya.

Kini, setelah Uma pergi untuk selamanya, kedua orangtuanya mengalami kesedihan dan perasaan yang begitu hampa. Mengingat Uma adalah sosok yang selalu tampak periang dan selalu memeriahkan suasana, kepergiannya menghadirkan kekosongan yang amat dalam.

#ElevateWomen