Kisah Prabowo Nekat Kerahkan Kopassus Taklukan Mount Everest

Febrika Indirawati

VIVA – Pada tahun 1997, Prabowo Subianto yang saat itu berpangkat Letnan Jenderal TNI menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus membentuk tim ekspedisi pendakian Mount Everest.

Salah satu prajurit Kopassus yang berhasil bergabung bersama tim tersebut adalah Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan. Iapun menceritakan kembali pengalaman tak terlupakannya yang dirangkum di video buletin TNI AD.

Ketika terpilih menjadi salah satu pendaki gunung tertinggi di dunia, saat itu Iwan berpangkat Letnan Satu (Lettu). Lucunya, saat terpilih Iwan sama sekali tidak tahu mengenai Mount Everest. 

“Bayangkan kita naik gunung aja belum pernah, apa lagi yang kita daki adalah gunung es,” kata Iwan. 

Tapi saat itu Iwan yakin untuk menjalani ekspedisi pendakian gunung Everest karena dirinya yang baru saja lulus komando, memiliki fisik yang bugar dan masih muda. Pada waktu itu, jika satuan Kopassus diberikan sebuah tugas, maka tugas itu adalah segala-segalanya, tugas adalah kehormatan, termasuk pendakian gunung Everest.

VIVA Militer: Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan

***

“Saya menjadi salah satu perwira Akmil yang lolos dan lulus untuk ikut pelaksanaan (pendakian) Mount Everest,” ujar prajurit yang kini berpangkat jenderal bintang satu.

Setelah mengetahui gunung Everest, Iwan mengetahui seberapa besar risikonya dan peluangnya untuk selamat. Pria kelahiran 1968 itu meminta izin kepada Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Danjen Kopassus untuk menikah terlebih dulu.

“Sebelum berangkat saya diizinkan untuk menikah oleh Danjen Kopassus,” ucapnya.

VIVA Militer: Brigjen TNI Iwan Setiawan Menikah Sebelum Mendaki Everest

Beberapa bulan sebelum keberangkatan menjalani tugas untuk mendaki Everest, istri Iwan mengandung dan sempat takut atas kepergian suaminya. Karena nantinya anak yang dilahirkan tidak memiliki seorang ayah jika Iwan tidak dapat kembali.

“Sebelumnya istri ada nonton film dokumenter tentang pendakian dan dalam film itu banyak yang meninggal, jadi istri khawatirlah. Tapi kalau memang terjadi apa-apa, itukan jadi sebuah kehormatan karena membawa merah putih,” kata pria asal Bandung, Jawa Barat itu.

***

“Waktu berangkat ke Mount Everest, kitakan dari iklim tropis tidak pernah naik gunung es. Jadi setibanya di sana, saya sakit. Pelatih dari Kazakhtan itu langsung membawa kita ke gunung es, saya baru jalan 100 meter langsung muntah-muntah,” ujarnya.

Meski kondisi tidak sehat karena perbedaan cuaca dan iklim, Iwan tetap mencoba untuk menjalani tugas itu. Pasalnya ia menjadi satu-satunya perwira atau tumpuan dari Prabowo untuk bisa menyelesaikan tugas, yaitu mengibarkan merah putih di Everest.

“Saya berdoa di situ, saya harus bisa jalani tugas sekuat tenaga. Ditambah dengan doa dari istri dan izin yang Maha Kuasa, 2 hari kemudian saya sembuh dan bisa melanjutkan pendakian,” kata dia.

VIVA Militer: Brigjen TNI Iwan Setiawan Bersama Tim Ekspedisi Pendakian Everest

Cobaan yang dialami Iwan saat mendaki gunung Everest dengan suhu -50 derajat celcius itu, ia harus melewati banyaknya pendaki yang gugur dalam pendakian itu. Selain itu Iwan juga sempat terjatuh di ketinggian 8500 meter. 

“Begitu terjatuh saya terbayang, istri saya sedang hamil besar. Lalu saya berdoa untuk bisa selamat agar saya bisa kembali untuk bertemu dengan istri saya dan bisa melihat istri melahirkan,” ujar Brigjen TNI Iwan Setiawan.

***

“Saya berhasil tiba di puncak Mount Everest, tapi saya kehabisan oksigen dan itu di ketinggian 8500 meter. Bayangkan ada ga orang yang bisa hidup di ketinggian itu tanpa oksigen,” kata dia.

Tapi semua itu tidak bisa terjadi tanpa kekuatan doa, tanpa doa dari keluarga, istri dan masyarakat Indonesia. Tim ekspedisi pendakian Mount Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih pada 26 April 1997.

VIVA Militer: Potret Brigjen TNI Iwan Setiawan Kibarkan Merah Putih di Everest

“Saat berhasil itu momen sangat mengharukan dan saya sangat-sangat bersyukur bisa sampai di sana dan yang lebih penting saya bisa kembali dengan selamat,” ucap Iwan dengan sedikit rasa haru.

Sesampainya di Indonesia, Iwan beserta tim dijemput oleh 20 Jenderal pada waktu itu. Lalu tim besutan Prabowo itu menjadi orang Asia pertama yang berhasil mendaki Mount Everest dan kembali dengan selamat. Ia juga mendapat penghargaan dari Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Presiden.

“Saya merasa bersyukur bisa mengharumkan nama Indonesia dan terlebih lagi saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan istri lagi dan anak saya langsung diberi nama Arya Everest Setiawan,” ujar Brigjen TNI Iwan Setiawan.

Baca: 107 Pesawat Militer Amerika yang Masih Aktif Dipakai TNI