Kisah Prajurit Kostrad TNI 35 Hari Muncul dari Hutan Gunung Argopuro

·Bacaan 2 menit

VIVA – Jumat Pon 11 Juni 2021, 13 prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) bergerak menuju Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Tujuan akhir mereka bukan ke tengah kota, tapi jauh menepi ke sebuah hutan lebat di Kecamatan Curah Dami. Mereka merupakan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis Raider 411/Pandawa, Kostrad.

Hutan yang dituju bukan tempat yang biasa dijamah manusia, apalagi jadi tujuan wisata. Namun, benar-benar belantara alam yang menyeramkan. Yaitu hutan kompleks Gunung Argapura atau Argopuro.

Dengan perbekalan seadanya, dan senjata serta peralatan tempur lainnya, 13 prajurit TNI itu mulai memasuki hutan di kompleks gunung berapi raksasa tersebut. Dan latihan Perang Hutan (PH) resmi dimulai.

Sejak masuknya 13 prajurit TNI itu ke dalam hutan, tak ada tanda-tanda mereka akan keluar dalam beberapa hari saja. Terbukti, mereka baru muncul dari hutan yang terkenal dengan mitos sangat angker setelah 35 hari kemudian, yakni pada Jumat 16 Juli 2021.

Dari keterangan resmi Divisi 2 Kostrad dilansir VIVA Militer, Jumat 23 Juli 2021, hutan kompleks Gunung Argopuro merupakan lokasi latihan perang hutan baru. Lokasi ini dijuluki medan latihan 416.

Tak cuma fisik dan keterampilan serta kemahiran menaklukkan hutan, tapi mental mereka benar-benar diasah oleh alam Argopuro.

Selama berada di dalam hutan 13 prajurit TNI itu tak henti-henti melaksanakan materi latihan perang hutan yang telah disiapkan. Untuk dapat bertahan hidup dalam rentang waktu selama itu, prajurit TNI hanya mengandalkan apa yang ada dan bisa dikonsumsi di dalam hutan. Apakah itu tumbuhan atau juga hewan liar seperti ular.

Tapi begitu bangganya mereka, walau harus berhadapan dengan alam liar Argopuro. Sebab ketika berhasil menuntaskan seluruh materi latihan dan keluar dari hutan itu, mereka disambut langsung oleh Panglima Divisi 2 Kostrad, Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad.

Menurut Mayjen TNI Andi, hutan kompleks Gunung Argopuro dijadikan lokasi latihan perang hutan baru agar dapat menempa kemampuan prajurit Kostrad TNI menghadapi tantangan medan pertempuran baru yang lebih nyata.

"Latihan pertempuran yang dilaksanakan prajurit Kostrad ini sengaja dilaksanakan di medan latihan yang baru, yaitu Gunung Argopuro kompleks. Hal ini menunjukkan komitmen Kostrad untuk mencari tantangan yang realistis dalam menghadapi kemungkinan terburuk penugasan ke depan," kata Mayjen TNI Andi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel