Kisah Prajurit TNI AL Berhasil Selamatkan 2 Nyawa Korban Gempa Mamuju

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kerja keras para personel TNI dalam mencari dan membantu para korban gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat hingga saat ini masih terus berlanjut. Ternyata para personel TNI itu tidak hanya sekedar memberikan bantuan logistik bagi para korban yang terdampak dari musibah bencana alam saja, tapi mereka juga bekerja menyelamatkan nyawa para korban gempa yang saat ini membutuhkan bantuan medis.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Letda Laut (K) dr.Andre Prasetyo Mahesa di tenda kesehatan untuk para korban pengungsian gempa bumi Mamuju, Sulawesi Barat ini. Tim kesehatan dari TNI Angkatan Laut itu telah berhasil menyelamatkan dua orang nyawa sekaligus ketika bertugas di lokasi gempa bumi Mamuju pada hari Sabtu, 23 Januari 2021 lalu.

Begini ceritanya, Pada hari Sabtu malam, sekitar pukul 19.00 WITA, Letda Laut (K) dr.Andre Prasetyo yang saat itu bertugas di Tenda Kesehatan yang berlokasi di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat mendapatkan informasi bahwa ada satu orang warga korban gempa bumi yang sedang hamil mengeluhkan sakit di bagian perutnya.

Seorang ibu yang bernama Nurdah (33 tahun) itu mengeluhkan rasa sakit yang teramat hebat yang disebabkan oleh kontraksi dengan tanda-tanda akan melahirkan.

Situasi di Mamuju benar-benar masih sangat memprihatinkan, tidak ada fasilitas rumah sakit atau pun ruang persalinan yang dapat beroperasi pasca-gempa bumi yang terjadi beberapa hari lalu di Sulawesi Barat itu.

Kondisi itu yang memaksa suami dari Nurdah, yang bernama Udin membawa sang istri tercinta ke Posko Kesehatan Marinir TNI AL yang kebetulan berdiri menjadi satu dengan Tenda Gabungan Dukkes TNI. Udin sangat berharap sang istri tercinta dapat mendapatkan pertolongan dari tim kesehatan TNI di Posko Kesehatan tersebut.

Kemudian, Letda Laut (K) dr.Andre yang kebetulan saat itu tengah berada di Posko Kesehatan Marinir TNI AL langsung bergerak cepat. Dia berkoordinasi dengan tim medis lainnya untuk memberikan pertolongan demi menyelamatkan Ibu Nurdah dan calon bayinya.

Proses persalinan pun diputuskan dilakukan di tenda darurat Tim Kesehatan TNI. Letda Laut (K) dr.Andre, bersama dr. Doni Purba, dr. Wulan, dan Bidan Kab. Mamasa akhirnya mengambil tindakan.

Pada akhirnya, kata Letda Laut (K) Andre, setelah sekitar satu jam, suara tangis pecah dari dalam tenda. Dengan seketika, kebahagiaan bercampur aduk menjadi satu dari dalam tenda darurat TNI itu.

Tepat pada pukul 20.00 WITA melalui proses yang serba darurat lahirlah seorang anak berjenis kelamin perempuan dengan kondisi sehat dengan persalinan secara normal.

Nurdah bersama sang bayi perempuan mungilnya selamat atas pertolongan prajurit TNI AL dan tim kesehatan gabungan itu.

Rasa bahagia pun langsung terpancarkan dari Udin yang saat itu menunggu dengan penuh kecemasan kerja cepat tim medis di Posko Kesehatan Gabungan TNI itu. Dengan penuh haru, Udin mengucapkan terima kasih kepada Letda Laut (K) dr.Andre yang telah membantu proses persalinan sang istri tercintanya.

“Mewakili keluarga, kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Bapak Ibu TNI ini, sehingga anak ke 6 Saya yang berjenis kelamin perempuan dapat dilahirkan dengan aman, sehat dan lancar." kata Bapak Udin.

Sementara itu, Letda Laut (K) dr.Andre Prasetyo Mahesa menyatakan, apa yang dilakukan TNI di tenda kesehatan itu terjadi karena kerjasama tim kesehatan gabungan yang turut serta dalam membantu proses persalinan Ibu Nurdah. Dia menegaskan, prajurit TNI selalu berusaha untuk bersinergi dengan seluruh instansi lainnya dalam memberikan pelayanan serta membantu para korban musibah gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat.

“Apa yang kami lakukan ini merupakan implementasi dari perintah pimpinan TNI AL agar terus bersinergi dengan semua instansi dalam membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat terdampak bencana gempa bumi Mamuju,” kata Letda Laut (K) dr. Andre.