Kisah Puan dan kaos oblong Taufiq Kiemas

MERDEKA.COM, Puan Maharani punya berbagai kenangan indah dengan kedua orang tuanya, Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri. Salah satunya adalah kaos oblong bapaknya yang ampuh mencegah sakit.

Dalam acara perayaan hari ulang tahun Taufiq Kiemas di Balai Kartini, Jakarta, Senin (31/12), Puan tampil berpidato. Dia mengenang masa kecilnya bersama kedua kakaknya yang sering ditinggal pergi oleh orang tuanya.

"Saya ingat sekali, kebetulan saya anak bungsu. Harus ikut kedua kakak saya, Mas Tatam (Mohammad Rizki Pratama) dan Mas Nanan (Mohammad Prananda), kami sering ditinggal pergi karena beliau bepergian untuk memperjuangkan ideologi yang mereka yakini. Jadi kalau orang tua saya lagi pergi, senangnya main petak umpet, manjat pohon, akhirnya saya bisa naik pohon tapi enggak bisa turun," kenang Puan.

Meski sering ditinggal, Puan ingat, ketika dia sedang menghadapi ujian di sekolahnya, permintaan dia agar kedua orangtuanya tidak pergi selalu dituruti oleh Mega dan Taufiq.

"Satu hal yang saya minta, kalau saya ujian jangan ke mana-mana. Alhamdulillah selalu dipenuhi, kalau ada permintaan kampanye pasti saya dengar telepon, kata mama dia enggak bisa pergi karena Mbak Puan lagi ujian. Kita enggak bisa pergi sampai Mbak Puan selesai ujian," tutur Puan mengenang sikap ibunya.

Puan melanjutkan, karena dia sering ditinggal, dia jadi gampang sakit. Sang Ibu, Megawati, punya cara ampuh untuk menyembuhkan sakit itu.

"Karena selalu ditinggal pergi saya sering jatuh sakit. Kemudian Bu Mega punya obat jitu. Jadi, sebelum pergi, Pak Taufik satu hari gak boleh lepas kaos oblongnya, karena setelah pergi, kaosnya jadi obat rindu.

"Tapi ternyata itu manjur, kalau biasanya saya sakit panas saya enggak sakit panas," tandas puan yang disambut tawa para hadirin.

Dalam acara itu hadir sejumlah pejabat dan tokoh politik. Tampak Ketua DPR Marzuki Alie, mantan Presiden BJ Habibie, Menteri Pertanian Suswono, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, istri almarhum Gus Dur, Shinta Nuriyah, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, Jaksa Agung Basrief Arief, Menkum HAM Amir Syamsuddin.

Ada juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mantan Wapres Try Sutrisno, Ketua MK Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo dan sejumlah politikus senior dan pengurus DPP PDIP.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.