Kisah Puasa Pertama Salman, Dongeng Ini Ajarkan Anak Makna Puasa

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 3 menit

VIVA – Tak lama lagi bulan Ramadan tiba. Di bulan penuh berkah dan suci tersebut, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Namun untuk buah hati yang masih berusia balita, perlu juga diajak untuk mulai belajar berpuasa.

Begitu banyak cara yang bisa dilakukan ayah dan bunda untuk mengajarkan anak agar dapat ikut serta berpuasa sejak dini. Salah satunya adalah dengan membacakan dongeng anak bertema tentang puasa.

Karena dari dongeng tersebut, diharapkan buah hati dapat memahami makna dan arti penting dari ibadah puasa, yang perlu diterapkan sejak dini pada si kecil. Terutama puasa pada bulan Ramadan yang sebentar lagi akan tiba.

Berikut terdapat beberapa kisah mengenai puasa, dan anda bisa membacakan kisah ini kepada si kecil.

“Puasa Pertama Hilman”

Hilman adalah anak yang baru menginjak sekolah dasar. Pada suatu hari di dalam kelas, ibu guru menyampaikan sesuatu tentang bulan Ramadan yang akan segera tiba. Begitu mendengar hal tersebut, Hilman dan teman-temannya ikut senang mendengar bulan puasa yang sebentar lagi akan segera tiba.

“Jika kalian berpuasa, kalian akan mendapatkan pahala yang melimpah dari Allah” kata ibu guru.

“Puasa juga dapat memperbaiki segala fungsi pencernaan dan perlu kita ketahui, berpuasa juga bisa menyehatkan tubuh kita,” jelas ibu guru di depan kelas.

Mendengar penjelasan tersebut, Hilman langsung semangat berpuasa dan ia pun mengajak teman-temannya untuk ikut berpuasa.

“Wahh kalau begitu, besok kita berpuasa yuk teman-teman!” ujar Hilman mengajak teman-temannya.

“Setujuu..!!!” sahut teman-teman Hilman.

Malam harinya, sebelum tidur Hilman membacakan niat puasa yang dibimbing oleh ibunya.

“Bismillahirrahmanirrahim.. Nawaitu shauma ghadin.. an adaa’i fardhi syahri romadhooni.. Hadzihis sanati.. Lillahi ta’ala,” ucap Hilman dan kemudian ia beranjak tidur.

Sebelum imsak, pagi-pagi Hilman menyalakan alarm agar bisa bangun untuk makan sahur hari pertama bersama keluarganya. Dan saat kembali berangkat ke sekolah, Hilman menjalankan puasa sambil bermain bersama teman-teman.

Namun, ia terkejut melihat Made minum air dari botol minum. “Kamu tidak berpuasa, Made?” tanya Hilman.

“Agamaku berbeda dengan agama kalian, jadi aku tidak berpuasa seperti kalian. Maaf, aku lupa kalau minum depan kalian,” kata Made menjelaskan.

“Oh iya, kami mengerti Made,” kata Hilman dan teman-temannya sambil tersenyum. Mereka pun kembali main bersama dengan gembira.

Siang harinya, matahari bersinar terik sekali. Hilman dan teman-teman pulang sekolah bersama-sama.

Sinar matahari yang terik membuat Hilman merasa haus dan kepanasan. Akhirnya ketika sampai di rumah, diam-diam Salman membuka pintu kulkas dan berdiri di depannya.

“Masya Allah… dinginnya…” ujar Hilman.

Tiba-tiba, kak Rian datang dan melihat Hilman dengan terkejut.

“Hilman kamu sedang apa?” tanya kak Rian.

“Aku kepanasan dan haus kak.. Agar terasa dingin, aku berdiri di depan kulkas,” jawab Hilman menjelaskan.

Kak Rian tertawa dan berkata, “Nanti kamu masuk angin, dek. Daripada begitu, ikut kakak saja, yuk,” kata Kak Rian.

Akhirnya Kak Rian mengajak Hilman shalat berjemaah di masjid. Lalu mereka melanjutkan dengan mengaji bersama di masjid.

Memang, pada bulan Ramadan, seorang muslim dianjurkan untuk banyak beribadah. Seperti shalat wajib, terawih, dan membaca Al-Quran.
Nah penasaran seperti apa kelanjutkan kisah Hilman?? Akankah puasanya berjalan lancar hingga azan Maghrib? Simak cerita selengkapnya dengan klik tautan ini.

Dan dari kisah ini, kita dapat mengajarkan kepada sang anak bahwa makna puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga dapat melatih kesabaran. Semoga Ramadan tahun ini sang anak bisa berpuasa dengan lancar yaa.

Laporan: Prima Nadia Rahayu