Kisah Ramayana Diangkat dalam Ruang Virtual

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengalaman unik dan istimewa masuk ke dalam kisah Ramayana di dunia metaverse menanti para pengunjung NXC International Summit 2022. Di wahana VR Park atau Virtual Reality Amusement Center, pengunjung dapat berinteraksi dalam jarak dekat dengan para tokoh kisah legendaris Ramayana yang dituangkan dalam lensa virtual reality (VR).

Hadirnya epos Ramayana dalam ruang virtual tersebut merupakan buah kolaborasi Artopologi sebagai marketplace karya seni yang terintegrasi dengan blockchain, VR Park selaku VR developer, serta menggandeng seniman digital tanah air Febrian "Graves" Satria.

"Kami bangga dapat memfasilitasi kolaborasi antara Graves dengan VR Park, yang hadir untuk memimpin Indonesia memasuki metaverse, memungkinkan semua orang dari segala usia untuk berinteraksi dengan konvergensi pertama dan terbesar antara realitas dan dunia maya, serta menyatukan semua melalui pengalaman baru dalam lensa VR," kata Founder dan CEO Artopologi, Intan Wibisono dalam keterangannya, Kamis (1/9).

Ia menjelaskan perhelatan akbar tahunan NXC International Summit 2022 adalah kesempatan besar untuk unjuk kemampuan seniman dan startup lokal ke dunia internasional.

"Artopologi mengambil peran di dalamnya dengan mengkurasi karya seni digital yang berkualitas tinggi dari seniman karya kripto dari Yogyakarta untuk bisa dihadirkan dalam bentuk yang berbeda," kata dia.

Adapun Febrian Graves (@febryangraves) adalah desainer, ilustrator, sekaligus kreator karya kripto yang piawai dalam menciptakan karakter-karakter spektakuler dalam seni kriptografi. Karya epos Ramayana ini bisa dimiliki oleh kolektor seni melalui NFT marketplace KnownOrigin.

Mengapresiasi kesempatan tersebut, Febrian mengatakan, sebagai seniman, senang bila hasil karya saya dapat diapresiasi oleh lebih banyak orang.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi motivasi bagi para seniman Indonesia untuk terus berkarya dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan karena teknologi," ujar dia.

Tidak berhenti di satu event, kolaborasi Artopologi dengan VR Park dan Febrian Graves akan terus berlanjut dan berpuncak pada pameran seni dan teknologi terintegrasi dengan blockchain yang akan digelar di Museum Nasional, Jakarta, pada bulan Oktober tahun ini.

"Kita ketahui, potensi teknologi blockchain masih sangat luas dan Artopologi hadir di sini untuk menjembatani dunia seni dan teknologi melalui platform yang kami bangun. Kami ingin dapat mempertemukan pecinta seni dengan para seniman, galeri, serta museum dalam ekosistem yang terjamin dan terpercaya, karena setiap karya seni di platform kami terkurasi dengan baik, otentik, dan telah terdaftar di blockchain. Transaksi juga dapat dilakukan dengan mata uang rupiah untuk memudahkan semua pihak," jelas Intan. [faz]