Kisah Rumeysa Gelgi yang Dinobatkan Jadi Perempuan Tertinggi di Dunia

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Seorang perempuan asal Turki bernama Rumeysa Gelgi mencetak rekor baru sebagai perempuan tertinggi di dunia versi Guinnes World Records. Berdasarkan hasil pengukuran Lembaga itu, Rumeysa tercatat memiliki tinggi 215,16 cm.

Perempuan asal Provinsi Karabük, Turki, itu pertama kali dinyatakan sebagai perempuan tertinggi pada saat usianya masih 18 tahun. Saat 2014, Rumeysa Gelgi disebut sebagai remaja perempuan tertinggi.

Kondisi tubuhnya yang tak biasa itu disebabkan oleh sindrom langka, Weaver Syndrome. Sindrom weaver ini menyebabkan pertumbuhan badannya sangat cepat. Namun, proporsinya tak seperti orang normal.

TERKAIT: Anti Gagal, Ini Cara Tepat Mengetahui Ukuran Baju dari Tinggi Badan

TERKAIT: 5 Makanan yang Bikin Kamu Tambah Tinggi

TERKAIT: Inilah 7 Zodiak dengan Kesabaran Paling Tinggi

Akibat sindrom yang dideritanya, Rumeysa mengaku menjadi sulit bergerak. Hampir sepanjang waktu ia duduk di kursi roda atau bantuan alat berjalan.

“Setiap kelemahan dapat berubah menjadi kelebihan untuk dirimu sendiri, jadi terima dirimu apa adanya, sadari potensi Anda, dan lakukan yang terbaik," kata Gelgi, dilansir The Independent

Kerap dirundung

Perempuan asal Turki, Rumeysa Gelgi dinobatkan jadi perempuan tertinggi di dunia versi Guinnes World Records. (Instagram/rumeysagelgi).
Perempuan asal Turki, Rumeysa Gelgi dinobatkan jadi perempuan tertinggi di dunia versi Guinnes World Records. (Instagram/rumeysagelgi).

Karena kondisi fisiknya yang terbilang unik, Rumeysa sering kali jadi sasaran perundungan oleh sekitarnya. Namun, ia mengaku hal itu membuatnya semakin kuat.

“Aku suka tampil berbeda dari orang lain. Sangat menarik dan membuatku merasa spesial,” kata Gelgi.

Rumeysa mengatakan, tinggi badan justru memberinya kelebihan. Salah satunya dapat menjangkau tempat-tempat yang tinggi. Dengan kondisi itu pula, ia mengadvokasi orang lain yang mengalami masalah serupa dengannya.

Terpilihnya Gelgi disambut baik oleh Craig Glenday, pimpinan redaksi Guinness World Records. Ia merasa terhormat menyambut perempuan itu kembali ke buku catatan rekor. "Semangat dan kebanggaannya yang tak tergoyahkan untuk menonjol di keramaian adalah sebuah inspirasi," ujar Glenday.

Rumeysa bukan orang pertama yang memegang rekor sebagai perempuan tertinggi di dunia. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Zeng Jinlian, warga Provinsi Hunan, China. Tingginya sebelum meninggal pada 1982 mencapat 246,3 cm.

Sementara, gelar pria tertinggi di dunia dipegang oleh Sultan Kosen yang juga berasal dari Turki. Ia memiliki tinggi 251 cm pada 2018.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel