Kisah Sedih Nenek Sumirah di Surabaya Luput Bantuan Sosial

·Bacaan 1 menit
Nenek Sumirah, warga miskin Surabaya yang luput dari bansos. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Sumirah (89) warga Surabaya yang tinggal di rumah kos Simojawar Gang 1 Nomor 150 RT 01 RW 01 Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, mengaku tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Nenek yang menjanda sejak 2006 itu sudah 30 tahun menjadi warga Surabaya, dan sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

"Saya tanya katanya ndak ada jatahnya. Ndak ada jatahnya gitu bilange. Ndak pernah, ndak pernah, sumpah ini nak saya sudah tua. Ya itu saksi-saksi tetangga-tetangga itu tahu semua," ujarnya, Selasa (24/8/2021).

"Maem e sak wonten e secol pohong sak urup-urupe (makan ya seadanya nasi singkong seadanya)," ucap Sumirah.

Sumirah terkadang mengaku iri melihat para tetangga sekitar bisa menikmati program Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial maupun permakanan lansia dari Pemkot Surabaya.

"Nggeh duspundi sagete welas kaleh kulo, mosok nggeh kulo niki mboten dikeki rasane duit pemerintah (ya gimana bisanya kasihan sama saya, masak ya saya ini nggak dikasih tahu rasanya uang pemerintah)," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sudah Berulangkali Mengajukan Bantuan

Sumirah mengungkapkan, dirinya juga telah berulang kali mengajukan bantuan kepada RT, RW di lingkungan setempat.

"Kulo niki sampek tanglet teng Pak RW-ne, pak nderek tanglet pak, kulo niki nopo tiang glandangan pak? Ngoten kulo sampek dimintai KTP tapi nggeh mboten wonten nopo-nopo (saya ini sampai tanya ke Pak RW, pak saya nanya apa saya ini seorang glandangan pak? Gitu saya dimintai KTP tapi ya nggak ada apa-apa)," ucap Sumirah.

Sumirah kini hanya bisa menanti dan pasrah dengan nasibnya yang sudah tua yang tak mampu lagi bekerja. Hanya kebaikan para tetangga yang membuatnya bertahan hidup.

"Badhe merdamel nggeh merdamel nopo. Riyen kulo momong, sak niki momong mpun mboten kuat. (Mau kerja ya kerja model apa. Dulu saya pengasuh anak, sekarang sudah tidak kuat)," ujar Sumirah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel