Kisah Semangat Pelaku UMKM Bangkit dari Jurang Pandemi COVID-19

Daurina Lestari, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 diakui berdampak besar tidak hanya pada bidang kesehatan, melainkan mata pencaharian ekonomi. Terutama, pada pelaku ekonomi tingkat bawah yang mengalami rugi besar hingga gulung tikar.

Pelaku usaha konveksi asal Kabupaten Majalengka, Irfangi, menjadi salah satu dari ribuan pelaku ekonomi kelas bawah yang terdampak COVID-19. Berusaha untuk kembali pulih, Irfangi belajar berinovasi dengan memanfaatkan momentum penanganan COVID-19 yang tengah gencar-gencarnya.

Di tengah perjalanan, gencarnya pemerintah menerapkan 'pesan ibu' protokol kesehatan COVID-19 yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, ternyata ada celah ekonomi bagi Irfangi.

Irfangi memilih memproduksi masker untuk beradaptasi dalam memulihkan ekonomi. Irfangi mengakui banyak pegawainya di masa pandemi ini yang berhenti.

"Selama COVID-19 ini, orderan menurun drastis. Karyawan saya kemarin sempat pada pindah ke kota gara-gara gak ada kerjaan," tutur Irfangi, Sabtu 21 November 2020.

Baca juga: Erick Thohir Berambisi Bangun Terminal Kargo Terbesar Nomor 8 Dunia

Menurutnya, usaha yang ditekuninya ini memberikan manfaat bagi daerah sekitar, karena membuka lapangan pekerjaan. Untuk kembali mengaktifkan usaha ini, Irfangi memberanikan diri bekerja sama dengan Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (DISKOPUMKM).

“Saya memiliki karyawan sebanyak 50 orang. Rata-rata tinggal di satu desa," cetusnya.

Irfangi menjadi bagian pemerintah memproduksi delapan juta masker sebagai bentuk pemulihan ekonomi Jawa Barat pasca-pandemi. "Bersyukur setelah ada program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya bisa memanggil lagi tetangga-tetangga saya untuk kerja lagi," katanya.

Selain Irfangi, usahawan konveksi asal Kabupten Bandung, Evrian Kharisma, juga mengalami hal sama. Evrian memilih cara yang sama demi memulihkan perekonomian.

“COVID-19 ini berpengaruh banget sih ke pendapatan, ada program ini bersyukur dan apresiasi banget buat pemerintah. Semoga ke depan terus banyak program-program begini buat kita masyarakat di bawah, supaya pendapatan naik lagi, bisa beli ini itu buat dapur," katanya.

Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Untuk itu, cara yang paling efektif dilakukan untuk mencegah penularan dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak