Kisah Seorang Penulis yang Menerbitkan Sebuah Buku dari Kehilangan Hidung karena Kanker

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Barbara Caplan-Bennett dihadapkan pada melanoma. Ketika dirinya didiagnosis dengan penyakit kanker tersebut 9 tahun lalu, Barbara merasa bahwa itu bukan suatu hal yang besar.

Ada bintik-bintik yang muncul di hidungnya, yang menurut para dokter dapat diatasi dengan mudah. Selama beberapa bulan kemudian, sesuatu yang dikira bukan masalah besar tersebut berubah menjadi kebutuhan untuk operasi pengangkatan kanker, yang secara signifikan juga mengubah hidup Barbara.

Di luar penyakitnya, Barbara memiliki kehidupan yang luar biasa. Ia memiliki suami yang penuh kasih, teman dan keluarga yang mendukungnya, pekerjaan yang baik, dan secara umum, keadaannya sehat.

Sampai saat Barbara duduk di ruang ahli bedah yang memberitahunya bahwa jika ia ingin hidup dalam 5 tahun ke depan, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah menghilangkan hidungnya secara keseluruhan. Hari-hari berikutnya, Barbara menyadari bahwa dirinya bukan takut akan kanker, namun ia tidak bisa membayangkan hidup sebagai manusia tanpa hidung.

Barbara berhenti menulis setelah didiagnosis dengan kanker

Barbara Caplan-Bennett. Sumber foto: Document/Barbara Caplan-Bennett.
Barbara Caplan-Bennett. Sumber foto: Document/Barbara Caplan-Bennett.

Barbara harus menggunakan hidung prostetik setelahnya, di mana untuk mendapatkannya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah operasi, Barbara menggunakan hidung plastik yang diberikan oleh dokternya.

Ia belajar menempelkannya di wajahnya menggunakan selotip bedah dan menutupinya dengan pembalut yang berwarna daging. Faktanya, setiap kali Barbara berusaha menempelkan benda tersebut, ia merasa kesakitan.

Seluruh proses untuk mendapatkan hidung prostetik membutuhkan operasi tambahan dan setelah 10 bulan menunggu, Barbara akhirnya menerima hidung palsu. Barbara adalah seorang penulis, ketika dirinya didiagnosis menderita kanker, ia berhenti menulis dengan menyebut dirinya sendiri sebagai seorang novelis yang sedang memulihkan diri.

Barbara menerbitkan sebuah buku tentang kisahnya sembuh dari kanker

Barbara Caplan-Bennett. Sumber foto: Document/Barbara Caplan-Bennett.
Barbara Caplan-Bennett. Sumber foto: Document/Barbara Caplan-Bennett.

Keponakannya membantu Barbara membuat halaman di situs Caring Bridge, di mana ia bisa menuliskan segala hal tentang penyakit yang sedang diderita. Tujuannya adalah agar orang lain bisa mengakses informasi yang mereka butuhkan tentang suatu kondisi.

Akhirnya, Barbara menjadikannya sebagai blog harian, di mana orang-orang menginginkan ia menjadikannya sebuah buku. Tidak terasa, sekarang 9 tahun telah berlalu dan pandemi melanda, Barbara merasa inilah waktunya untuk menjadikan blognya sebagai memori.

Barbara membuat sebuah buku berjudul "Noseworthy" dan mendapatkan tanggapan yang sangat luar biasa. Buku ini bentuk mimpi Barbara yang menjadi kenyataan.

Mimpi yang bermula dari mimpi terburuk dalam kehidupannya. Bagi Barbara, hidup terkadang aneh, namun ia senang, sampai sekarang, ia masih ada di dunia.

#ChangeMaker