Kisah Sophia Amoruso, dari Anak Jalanan Hingga Sukses Bangun Bisnis Ritel Pakaian

Merdeka.com - Merdeka.com - Sophia Amoruso adalah seorang pengusaha wanita asal Amerika. Dia adalah pendiri Nasty Gal, ritel yang mengkhususkan diri dalam mode fashion untuk wanita muda. Pada tahun 2012, Majalah INC. menobatkan Nasty Gal sebagai salah satu 'perusahaan dengan pertumbuhan tercepat'.

Forbes juga pernah menobatkan Amoruso sebagai salah satu wanita terkaya di tahun 2016. Dari pekerja serabutan dan pengais di tempat sampah, Amoruso sukses menjadi salah satu pengusaha wanita terkaya di dunia.

Sophia lahir pada tanggal 20 April 1984, di San Diego, California. Di masa remajanya, dia didiagnosis menderita depresi dan gangguan hiperaktif. Akibatnya, Amoruso putus sekolah dan mulai belajar di rumah.

Sejak saat itu, dia mulai melakukan beberapa pekerjaan serabutan di berbagai tempat seperti Subway, toko buku hingga toko kaset. Namun, ketika orang tuanya bercerai, Amoruso pindah ke California untuk menjalani hidup mandiri yang lebih mandiri.

Sayangnya setelah pindah dia malahan menjadi anak jalan dan menjalani gaya hidup nomaden serta sulit. Bahkan pada tahun 2003, dia pernah tertangkap polisi karena mengutil, namun setelah itu dia mulai tobat dan menjalani hidup normal. Di usia 22 tahunnya, dia pindah ke San Francisco, Amoruso mulai bekerja di Academy of Art University sebagai bentuk memulai lembaran baru kehidupannya.

Saat bekerja di Academy of Art University, Amoruso juga membuka toko eBay online bernama Nasty Gal Vintage sebagai pekerjaan sampingan. Pada toko onlinenya, dia mulai menjual pakaian bekas dan barang-barang lainnya.

Saat membangun usaha tersebut, Amoruso menjalankan semuanya sendiri. Mulai dari mengirimkan semua barangnya, menata dan mengemas barang hingga memotret produknya, dia melakukan semua itu dari kamar tidurnya. Pada tahun 2006, tokonya menjadi populer dan Amoruso tidak menyangka hal itu akan terjadi sama sekali.

Dalam enam tahun, bahkan bisnisnya berhasil menghasilkan pendapatan satu juta dolar per tahun. Akhirnya, Amoruso membuat situs webnya sendiri dan mengubah nama perusahaannya menjadi Nasty Gal. Segera, Nasty Gal mendapatkan pengikut di media sosial yang sebagian besar terdiri dari wanita muda.

Sejak saat itu, pendapatan tahunnya meningkat dari awalnya hanya USD 233 ribu pada tahun 2008 menjadi USD 23 juta pada tahun 2011. Selama puncak karirnya, Nasty Gal menghasilkan USD 100 juta dalam penjualan tahunan dan memiliki lebih dari 200 karyawan.

The New York Times menyebut Amoruso sebagai "Cinderella of Tech" dan pada tahun 2013, Majalah INC memasukkannya ke dalam daftar 30 under 30 list. Dia juga menjadi salah satu wanita mandiri terkaya menurut Forbes. Namun, pada 2015, Amoruso mengundurkan diri sebagai CEO Nasty Gal.

Sampai pada bulan Februari 2017, Grup Boohoo membeli Nasty Gal seharga USD 20 juta. Terakhir tercatat kekayaan Amoruso mencapai USD 280 juta atau setara dengan Rp. 4,3 triliun.

Meski mundur sebagai CEO Nasty Gal, kisah Sophia Amoruso sangat menginspirasi. Dari pencuri barang berhasil menjadi salah satu pengusaha swadaya terkaya. Amoruso membuktikan bahwa siapapun bisa mendapatkan kesuksesan selama dia mau berusaha dan berubah.

Untuk itu, sangat penting selalu bersemangat tentang hal-hal yang ingin kita lakukan dan bekerja keras. Karena kerja keras, tidak pernah patah semangat dan selalu berusaha belajar dari kegagalan menjadi kunci kesuksesan.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [azz]