Kisah Sukses Milenial Surabaya Jalani Bisnis Saat Pandemi COVID-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menyambut Hari Pahlawan, platform Tokopedia membagikan dua kisah inspiratif pegiat usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM milenial asal Surabaya, yaitu Galih Argian (Ostha) dan Briandy Putra (Fordive), yang tetap berjuang mendorong pemulihan ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi.

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengemukakan, pegiat usaha lokal yang memanfaatkan platform digital, seperti Ostha dan Fordive diharapkan lebih tangguh mempertahankan bisnis dan menjaga lapangan pekerjaan tetap tersedia di tengah pandemi COVID-19.

“Mereka adalah contoh 'pahlawan' milenial yang membantu perekonomian daerah. Berkat mereka, transaksi daring yang terjadi di Surabaya melalui Tokopedia meningkat menjadi lebih dari 1,5 kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi,” tambah Ekhel dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Rabu malam, 11 November 2020.

Galih Argian (25), lulusan desain produk asal Surabaya, tertarik memulai usaha produk berbahan kulit Ostha sejak 2015, dilansir dari Antara.

"Awalnya saya hanya fokus menjual sepatu formal dan boots kulit, tetapi ternyata tidak terlalu laris. Untuk itu, saya membuat produk lain yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat, mulai dari dompet, lanyard hingga sabuk kulit," cerita Galih.

Dalam menjalankan usahanya, Galih menggunakan bahan baku lokal berkualitas yang tidak kalah bersaing dengan produk kulit impor, yaitu kulit nabati (vegetable tanned leather). Ia juga bekerja sama dengan para penyamak kulit dari Magetan, Magelang, dan Yogyakarta.

"Penggunaan kulit nabati ini menjadi keunikan produk Ostha. Selain ramah lingkungan, karena disamak menggunakan bahan alami berupa ekstrak pepohonan, kulit nabati memiliki ciri khas warna natural yang berubah seiring waktu," terang Galih.

Kondisi pandemi membuat Galih Argian sepenuhnya fokus berjualan lewat platform digital, seperti Tokopedia. Ia memanfaatkan berbagai fitur marketplace itu, salah satunya TopAds.

'Fitur ini sangat membantu dalam memudahkan pelanggan untuk mencari produk saya. Terbukti, selama delapan bulan terakhir, penjualan Ostha meningkat hingga empat kali lipat," ujarnya dengan menambahkan pembeli produknya juga banyak dari luar Surabaya, mulai Medan hingga Papua.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Enam Bulan Riset Pasar

Ilustrasi bisnis kreatif (sumber: Pixabay)
Ilustrasi bisnis kreatif (sumber: Pixabay)

Galih juga terus menjaga relevansi bisnisnya dengan tren dan kebutuhan masyarakat saat pandemi dengan berinovasi.

“Karena saat ini tren bersepeda sedang naik, saya menciptakan produk tas kecil dan pelapis setang sepeda dari kulit. Peminatnya banyak," ujar Galih.

Milenial lain yang juga produktif selama pandemi adalah Briandy Putra (23) yang bersama dua temannya membuat peluang usaha pewangi tubuh "Fordive" pada Agustus 2020.

"Setelah melakukan riset pasar selama hampir enam bulan, kami akhirnya merilis produk kami lewat Tokopedia. Tidak disangka, antusiasme masyarakat terhadap parfum kami cukup tinggi," ujar Briandy.

"Kami bahkan berhasil mendapat keuntungan kurang lebih Rp50 juta di Tokopedia dalam kurun waktu dua bulan, tetapi hasil terbesar bukan berasal dari apa yang kita dapatkan, melainkan apa yang sudah kita berikan,” tambahnya.

Selain membanderol produk pewanginya dengan harga terjangkau, Briandy juga sangat menjaga kualitas dan kemasan produk. Saat ini, Fordive menawarkan dua varian parfum yang bisa dipakai perempuan maupun laki-laki, yaitu Love Yourself dan Feeling Good.

Bantu Para Difabel

Ilustrasi Bisnis Online (iStockphoto)
Ilustrasi Bisnis Online (iStockphoto)

Melalui Tokopedia, produk Fordive telah dinikmati masyarakat di berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Surabaya, Jakarta, Palembang, Solo, Banjarmasin, Aceh hingga NTT.

“Sebelumnya, banyak tantangan yang kami hadapi, mulai dari keraguan berjualan di pandemi, kendala operasional, menghadapi berbagai tipe pembeli dengan beragam masukan dan banyak lainnya. Namun, justru dari situ kami termotivasi untuk terus mengembangkan produk menjadi lebih baik bagi konsumen," ujar Briandy.

Dalam menjalankan bisnisnya, Fordive mengusung kampanye bertemakan "Love More, Live More" yang mengajak lebih banyak masyarakat untuk mencintai diri sendiri.

Briandy juga menyisihkan 10 persen keuntungan penjualannya untuk membantu edukasi anak-anak difabel, khususnya di Surabaya. "Masyarakat yang membeli produk kami otomatis berdonasi membantu pendidikan anak penyandang disabilitas," tutupnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini