Kisah Sukses Pembuat Game Online Masuk Jajaran Orang Kaya Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Pendiri perusahaan game online Korea Selatan Lionheart Studio, Kim Jae-young, masuk daftar orang kaya dunia setelah meraih investasi senilai USD 925 juta atau setara Rp13,8 triliun dari raksasa internet lokal Kakao.

Kim Jae-young awalnya mendirikan Lionheart Studio pada tahun 2018 dengan investasi dari Kakao Games dan pengembang game Wemade, pelopor game berbasis blockchain di Korea Selatan.

Kakao Games secara bertahap meningkatkan kepemilikannya di Lionheart selama bertahun-tahun, dan sekarang memiliki 24,57 persen saham perusahaan.

Bersama dengan cabangnya di Eropa, Kakao Games, yang merupakan bagian dari konglomerat internet Kakao milik miliuner Kim Beom-su, kini memiliki mayoritas saham Lionheart.

Pemegang saham utama Lionheart Studio lainnya adalah Wemade, yang memegang 4,23 persen saham setelah menjual hampir setengah dari saham Lionheart ke Kakao Games.

"Dengan akuisisi saham mayoritas di Lionheart Studio, pengembang judul terkenal Odin, Kakao Games akan meningkatkan kemampuan pengembangannya dan mengamankan pertumbuhan pendapatan yang signifikan," kata analis NH Investment & Securities Jaemin Ahn dalam sebuah catatan penelitian.

"Akuisisi ini seharusnya menjadi peluang bagi Kakao Games untuk membidik pasar global dengan sungguh-sungguh," tuturnya.

Sebelum Lionheart, Kim Jae-young sebelumnya mendirikan perusahaan game online lain, yaitu Action Square, pada 2012.
Perusahaan itu go public di Korea Exchange melalui perusahaan akuisisi tujuan khusus pada tahun 2015.

Sebelum menggeluti bisnis game online, Kim Jae-young, yang memegang gelar master di bidang teknik mesin dari Universitas Hanyang Seoul, bekerja di perusahaan pembuat video game Jepang Koei dan Neowiz, salah satu perusahaan game online paling awal di Korea Selatan, yang didirikan oleh Chang dari Krafton.

Masuk Jajaran Miliuner Dunia

Dengan meraih investasi senilai USD 925 juta atau setara Rp13,8 triliun dari raksasa internet lokal Kakao, Kim Jae-young kini menjadi pengusaha game ketiga di Korea Selatan yang menyandang status miliuner dunia.

Mengutip laman Forbes, Kakao Games Europe, anak perusahaan Eropa dari cabang game Kakao, Kakao Games, membeli 30,37 persen saham Lionheart Studio atau seharga Rp13,8 triliun pada akhir Juni 2022, dari nilai perusahaan sekitar USD 3 miliar. Sebagian besar saham itu dibeli dari Kim Jae-young, yang kini memiliki 34,67 persen saham Lionheart Studi.

Kim Jae-young, yang merupakan CEO dan pimpinan Lionheart Studio, juga memiliki 2,87 persen saham di Kakao Games, yang pendapatannya mencapai rekor berkat game online terkenal buatan Lionheart, Odin: Valhalla Rising.

Forbes memperkirakan kekayaan bersih Kim Jae-young kini sebesar USD 1,7 miliar atau setara Rp25,5 triliun.

Dikembangkan oleh Lionheart Studio dan diterbitkan oleh Kakao Games, Odin dirilis di Korea Selatan pada Juni 2021 lalu dan menduduki peringkat teratas toko aplikasi di negara itu.

Kakao Games merilis Odin di Hong Kong, Makau, dan Taiwan pada Maret 2022, dan perusahaan itu ini sedang bersiap untuk merilis game tersebut di Jepang pada paruh kedua tahun ini.

Odin sendiri telah diunduh lebih dari 1 juta kali di Google Play Store, termasuk 10.000 bulan lalu, menurut perusahaan riset aplikasi Sensor Tower.

Pendapatan Capai Rekor Tertinggi

Ketika Odin diluncurkan, game tersebut meningkatkan pendapatan game mobile Kakao Games ke rekor tertinggi senilai USD 315 juta pada kuartal ketiga, naik 359 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Lionheart Studio, yang menarik sebagian besar keuntungannya dari Odin, melaporkan pendapatan pada 2021 sebesar USD 180 juta (Rp2,7 triliun) dan kerugian 150,7 miliar won, naik dari kerugian 25,4 miliar won tahun sebelumnya.

Berbasis di Seongnam, selatan Seoul, Lionheart Studi sedang mempersiapkan penawaran umum perdana, kata juru bicara perusahaan itu.

Surat kabar lokal Maeil Business Newspaper melaporkan bahwa Lionheart dapat bernilai setinggi USD 6 miliar, mengutip perkiraan analis.

IPO Lionheart juga disebut akan menjadi yang terbesar oleh perusahaan game Korea Selatan sejak Krafton milik miliarder Chang Byung-gyu, yang mengumpulkan USD 3,8 miliar pada Agustus tahun lalu di Korea Exchange.

Reporter: Natasha Khariunisa Amani

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel