Kisah Sukses Penyuplai Bubuk Minuman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Heilman Yunansyah menyimpan mimpi menjadi pengusaha sejak menempuh pendidikan di bangku kuliah. Mimpinya sempat tertunda ketika lulus dirinya bekerja di perusahaan multinasional hingga 2018. Saat itu kariernya di perusahaan tersebut terhenti usai mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sempat merasa terpuruk, namun PHK itu justru dijadikan Heilman sebagai 'bensin' untuk menghidupkan kembali mimpinya membangun bisnis sendiri. Bermodal uang pesangon serta ilmu dan juga pengalaman berjualan, Heilman menata ulang hidupnya lalu mencoba peruntungan dengan berbisnis menjadi penyuplai bubuk minuman berkualitas.

Baca: Setelah Israel, Amerika juga Diacak-acak Hacker Indonesia

Dari sinilah lahir toko IndoPowder. Tren es kepal Milo menjadi titik balik bisnis yang ia jajaki, di mana viralnya minuman es berlumeran cokelat itu banyak dijajakan oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jakarta.

Alhasil, permintaan bubuk minuman dari IndoPowder meningkat pesat, sehingga nama usaha yang digagas Heilman itu menjadi semakin dikenal di kalangan pedagang minuman di ibu kota. Semangat dan kegigihan Heilman membawa IndoPowder kian berkembang pesat.

Hingga saat ini, IndoPowder memiliki 32 agen dan distributor di berbagai wilayah Indonesia di antaranya Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Kesuksesan Heilman dalam hal penjualan tak terlepas dari ketekunannya membangun bisnis di pasar online.

Shopee menjadi salah satu pasar daring yang ia pilih untuk semakin mengembangkan bisnisnya. Penjualannya meningkat dan mendapatkan konsumen loyal adalah beberapa manfaat yang ia rasakan dari berdagang di e-commerce.

Badai pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia jelas mempengaruhi bisnis yang dijalani Heilman. Penjualan yang merosot tajam memaksa Heilman untuk dapat beradaptasi dengan keadaan. Di tengah keterbatasan ruang gerak, tren belanja online yang meningkat menjadi salah satu peluang yang segera dimanfaatkannya.

Heilman lalu merancang strategi penjualan baru, seperti menambah beberapa varian produk serta pembuatan ukuran kemasan baru hingga mengikuti berbagai kampanye di e-commerce. Strategi barunya ini berbuah manis sehingga ia bisa mempertahankan bisnis IndoPowder.

"Untuk umur bisnis yang baru berjalan tiga tahun, performa toko IndoPowder sudah sangat melebihi ekspektasi. Dibandingkan dengan e-commerce lain, penjualan IndoPowder di Shopee sudah mencapai hampir dua hingga tiga kali lipatnya, baik dari sisi jumlah penjualan maupun omzet yang didapatkan," ujar Heilman, Minggu, 30 Mei 2021.

Keberhasilannya dalam mengembangkan bisnis IndoPowder patut diacungi jempol karena diikuti dengan tujuan mulia, yaitu dapat membantu sesama rekan pengusaha lokal, khususnya para penggiat UMKM minuman di Indonesia agar bisa berjuang dan sukses bersama.

"Tak hanya itu, toko IndoPowder juga sudah mendapatkan level Star Plus dengan jumlah total 87 ribu pengikut. Tentunya pencapaian ini sangatlah membanggakan bagi saya pribadi," tuturnya. Heilman berpesan kepada para pelaku UMKM lokal yang sama-sama sedang merintis bisnis untuk selalu dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada.

Misalnya, tren belanja online yang menggeliat di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang bisa dijadikan peluang untuk merambah bisnis ke dunia online dan memasarkan produk secara digital.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel