Kisah Sukses Zong Qinghou, Jadi Miliarder Karena Jual Minuman Kemasan

Merdeka.com - Merdeka.com - Zong Qinghou adalah salah satu orang kaya di China yang mampu membangun kekayaan secara mandiri. Dilansir dari Real Time Billionaires Forbes, hartanya senilai USD 8,1 miliar atau setara dengan Rp120,5 triliun. Meski begitu, kekayaan yang dihasilkan tidak secara instan dan telah melalui proses jatuh bangun.

Di negaranya, Zong Qinghou dikenal sebagai pendiri perusahaan minuman terbesar. Dan hingga kini, dia masih dipandang sebagai salah satu ikon kewirausahaan China.

Kisahnya yang menjadi kaya raya tidak hanya menginspirasi generasi China untuk memulai bisnis mereka sendiri. Tetapi juga mendorong perubahan penting dalam reformasi China. Bahkan hingga sekarang di usianya yang telah mencapai akhir 70-an. Zong masih terus bekerja dan belajar untuk mengenal bagaimana generasi baru terbentuk dan menemukan cara untuk selalu berinovasi di sektor bisnis.

Pria yang lahir pada tahun 1945 ini, mulai terjun ke sektor bisnis pada tahun 1987. Pada saat itu dia berdagang minuman ringan dan es loli kepada anak-anak sekolah. Meski sudah bekerja keras dalam berjualan, pendapatannya hanya mencapai 8 USD per bulan.

Dengan penghasilannya yang hanya sekitar sepertiga rata-rata pendapatan orang China tersebut, membuatnya harus hidup serba kekurangan. Semua pahit kehidupan telah dia rasakan. Zong pernah tidur di jalanan Beijing, tidak bisa membeli baju yang layak hingga usahanya bangkrut karena kekurangan modal. Bahkan tak jarang dia harus menahan lapar karena tidak mempunyai uang untuk membelinya.

Meskipun tidak menyelesaikan pendidikan menengah atas, dia terus berusaha hingga akhirnya kerja kerasnya terbayarkan. Zong mampu mendirikan perusahaan bernama Hangzhou Wahana Group yang mengeluarkan berbagai produk minuman kemasan. Perusahaannya tersebut kini menjadi perusahaan minuman terbesar di China

Walaupun telah memiliki kekayaan yang berlimpah, Zong terus menerapkan prinsip hidup yang hemat dan sederhana. Dan kecintaannya membangun ekonomi negeri, membuat dirinya selalu memakai pakaian asli buatan China.

Zong menganggap bahwa dirinya sebagai orang kaya mempunyai tugas untuk membantu orang lain menjadi kaya sepertinya. Ini bukan tanpa alasan, dia merasa bahwa dunia bisnis saat ini sangat berbeda dari ketika Zong pertama kali merasakan kesuksesan. Cita-citanya adalah mampu mempertahankan bisnis di era baru yang telah semakin beragam dan jauh lebih maju.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [azz]