Kisah Tragis Siti Rahma, Korban Perkosaan yang Justru Dipenjara Empat Tahun di Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG-- Siti Rahma (25) seorang TKW asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dipastikan mendapat hukuman empat tahun penjara di Arab Saudi. Padahal penyebab Rahma sehingga pernah dicambuk 400 kali itu lantaran dirinya melahirkan bayi perempuan setelah sebelumnya dirinya menjadi korban pemerkosaan oleh sopir majikannya pada Juli 2011.

Kini warga asal Kampung Pasir Angin RT 3 RW 9 Desa Talun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung yang bekerja di Riyad, Arab Saudi itu berharap bisa terbebas dari hukuman yang menimpanya. "Kami sekeluarga meminta kepada pemerintah untuk bisa membantu membebaskan anggota keluarga kami (Rahma). Dia itu tidak bersalah dan justru menjadi korban. Kenapa justru dia yang dipenjara bukan si pemerkosanya," kata Nunik kakak Rahma kepada wartawan melalui telepon selulernya, Ahad.

Diakuinya, pihak keluarga mendapat kabar perihal Rahma dijatuhi hukuman oleh Pemerintah Arab Saudi melalui surat yang disampaikan Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi pada Jumat (16/12) lalu yang menyatakan bahwa Rahma dijatuhi hukuman empat tahun penjara.

"Terus terang kami sekeluarga sangat terkejut dengan kabar ini. Kasihan adik saya ini, sudah diperkosa malah dipenjara lagi. Kami minta pemerintah setempat agar adik saya bisa segera pulang dalam kondisi apapun tetap kami terima," ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap secepatnya ada bantuan dari pihak manapun yang difasilitasi pemerintah untuk membela anak keempat dari delapan bersaudara tersebut. "Kami mengharapkan secepatnya ada lembaga hukum yang bisa membebaskan dan memulangkan kembali adik saya ini," katanya.

Pihak keluarga sendiri awalnya hanya tahu bahwa ibu dari dua anak itu melahirkan anak akibat diperkosa yang berujung pemenjaraan oleh polisi Riyad sebulan kemudian (Agustus 2011)dari teman Rahma yang seprofesi dengan Rahma sebagai pembantu rumah tangga.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Afendi mengatakan, setiap instansi terkait harus membantu dan wajib memberikan pembelaan terhadap warga Kabupaten Bandung yang memerlukan bantuan termasuk perlindungan hukum.

Hanya saja, orang tua yang bersangkutan sebelumnya harus menyampaikan laporan anaknya yang tengah dipenjara kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung. "Meskipun TKW yang bersangkutam berangkat lewat PJTKI yang ilegal. Tetap saja harus mendapatkan bantuan dan perlindungan hukum dari pemerintah. Saya kira TKW yang mengalami kasus seperti ini karena berangkat menggunakan jasa PJTKI ilegal," ujarnya.
  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.