Kisah Veteran Soenardi: Dulu Masuk Tentara Tak Butuh Gaji tapi Butuh Makan & Berjuang

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pejuang asal Solo bernama Soenardi, warga Jalan Kutai Timur 1, Kelurahan Sumber, Banjarsari Solo, kini berusia 92 tahun.

Dia mengaku masuk tentara dan berjuang meraih kemerdekaan sejak usia 15 tahun. Setelah dewasa, dia kemudian bergabung bersama Korps Marinir di Surabaya hingga awal kemerdekaan.

Di momen Hari Pahlawan, 10 November, dia tak hanya bercerita tentang perjuangannya untuk membebaskan tanah air dari penjajah. Namun dia juga berbagi rahasia menjaga kebugaran tubuhnya, yang tetap sehat meski berusia senja.

"Saya masuk tentara ini tidak butuh gaji, tapi butuh makan dan berjuang," ujar Soenardi disela mengikuti acara talkshow 'Pahlawanku, Inspirasi Sehatku' di Hotel HARRIS & Conventions Solo, m Kamis (10/11).

Soenardi mengaku tidak pernah mengalami sakit, meskipun tidak menjaga pola makan yang baik. Dia bahkan tidak pernah mengonsumsi obat-obatan apapun, termasuk jamu.

"Saya sampai sekarang masih sehat wal afiat. Kalau minum harus yang dingin, es. Bangun tidur dibuatkan es buah sama istri saya. Jadi enggak pernah minum panas, harus dingin. Dibuatkan es sirup di gelas," katanya.

Dikatakan Soenardi, dia selalu bersemangat dan merasa lebih hidup setelah minum es. Sebaliknya akan terasa lemas jika belum meminum es. Selain minum es, Soenardi juga selalu berusaha untuk senang dan bahagia, sehingga selalu dikaruniai kesehatan.

Istri Soenardi, Catur Handayani membenarkan cerita suaminya. Dia yang berusia 35 tahun lebih muda mengaku selalu mendapat wejangan agar tetap sehat meski usia terus menua.

"Resep sehatnya ya cuma itu. Pokoknya pikirannya dibuat santai. Saya tidak boleh mikir apa-apa. Cuma makanya itu yang bening bening nggak pakai santan. Tapi setiap hari makan pakai tomat sama timun," katanya.

Untuk olahraga, lanjut Catur, is bersama suami sering berjalan kaki. Namun setelah mengalami kecelakaan, aktivitas tersebut jarang dilakukan.

"Dulu suka di Manahan Jalan Jalan. Sekarang kalau habis subuh di masjid jalan kaki muter agak jauh. Nggak pernah sakit, sehat sekali," katanya.

Dr. Teky Widyarini, dokter spesialis penyakit dalam RS JIH Solo mengatakan kunci sehat bugar yang dimiliki Soenardi adalah kepasrahan.

"Tetap tenang, berpikir positif, pasrah itu yang paling penting. Jadi kalau kita bangun tidur sudah panik, marah marah, penyakit pasti akan tumbuh di dalam tubuh kita," katanya.

Sebaliknya jika hati kita tenang, tubuh kita atau sistem kita akan menyeimbangkan. Sehingga sistem imun akan seimbang ketika psikis kita juga terjaga dengan baik. [ded]