Kisah Wahyu Suhantyo, Pelatih dengan Metode Unik dan Menyulap Hariono Menjadi Gelandang Petarung

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Makassar - Sebagai pelatih sepak bola, Wahyu Suhantyo lebih banyak menghabiskan waktunya membina pemain usia muda pada sebuah lapangan kampung di Desa Klagen, Sidoarjo. Ia juga pernah menangani tim. Tapi hanya tim amatir yakni PS Indomaret yakni berkiprah di kompetisi internal Persebaya Surabaya dan Persida Sidoarjo.

Meski begitu, sumbangsih Wahyu Suhantyo dalam melahirkan pemain terbilang besar. Puluhan pemain binaannya memperkuat sejumlah klub di berbagai level kompetisi sepak bola Tanah Air. Beberapa di antaranya termasuk menonjol. Sebut saja Uston Nawawi, Rendi Irwan, Nurul Huda, Lucky Wahyu Arif Ariyanto dan Sutaji.

Dalam channel youtube Omah Balbalan, Wahyu Suhantyo menceritakan proses panjangnya sebagai pelatih untuk membina sekaligus melahirkan pemain yang mengorbit di kompetisi dan bahkan tim nasional Indonesia.

"Caranya sederhana. Saya selalu tekankan ke setiap pemain bahwa sepak bola jangan hanya sekadar hobi tapi profesi," ujar ayah kandung Lucky Wahyu, eks gelandang Persebaya Surabaya dan Persela Lamongan ini.

Mendapat pemahaman dan penekanan dari Wahyu membuat pemain binaannya termotivasi dan melahap semua program latihan. Fasilitas dan sarana di Desa Klagen yang terbilang sederhana pun tak menjadi kendala. Karena Wahyu menyiasatinya dengan metode kepelatihan yang unik.

"Metode ini saya sesuaikan dengan kondisi yang ada. Saya juga membuat program berdasarkan ilmu yang saya dapat di bangku kuliah," kata alumnus IKIP Surabaya (kini Universitas Negeri Surabaya atau Unesa).

Untuk melatih fisik pemain misalnya. Wahyu mengajak pemainnya berlatih tiap hari di kawasan jalan tol Anggaswangi. Di lokasi ada tanjakan yang digunakan Wahyu untuk melatih kekuatan otot kaki para pemainnya. Selain berlari naik turun, seluruh pemain diwajibkan mendorong sepeda motor yang dikemudi Wahyu.

"Mesin sepeda motor sengaja saya matikan. Malah, sesekali saya sengaja menginjak rem agar terasa lebih berat dan mereka tak tahu. Kalau ada penjual sayur yang kesulitan mendorong sepedanya karena tanjakan, saya juga menyuruh anak-anak untuk membantu," kenang Wahyu.

Di lapangan desa, selain mengajarkan ilmu dasar sepak bola seperti passing dan kontrol, Wahyu juga melatih feel dan sentuhan pemainnya. Di antaranya juggling dengan bola mengelilingi lapangan serta melatih kekuatan tendangan para pemain.

Terkait hal ini, Wahyu mengungkap cerita lucu. Karena letak lapangan yang berdekatan dengan kantor desa maka tak jarang genteng atau kaca jendela kantor itu rusak terkena bola. "Beruntung Pak Slamet (kepala Desa Klagen) orangnya baik dan pengertian," lanjutnya.

Petuah Buat Hariono Hingga Menjadi Gelandang Petarung

Gelandang Persib, Hariono, saat laga Torabika Soccer Championship 2016 melawan Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (30/4/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Gelandang Persib, Hariono, saat laga Torabika Soccer Championship 2016 melawan Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (30/4/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pada kesempatan ini, Wahyu Suhantyo juga mengungkap satu cerita terkait dengan satu anak didiknya yakni Hariono yang dikenal sebagai gelandang papan atas di Tanah Air dengan karater petarung.

Menurut Wahyu, dulu cara dan karakter bermain Hariono tak seperti sekarang. "Cara bermain Hariono dulu lebih ke teknik. Tapi, mentalnya kurang dan gampang jatuh bila disengggol lawan," ungkap Wahyu.

Tak ingin pemainnya bermental seperti itu, Wahyu pun memberi petuah sekaligus memarahinya. "Saya bilang ke Hariono, sepak bola itu adalah permainan laki-laki. Jangan bermain seperti perempuan di lapangan. Kamu tidak akan menjadi pemain hebat kalau bermain dengan cara seperti itu," ujarnya.

Sejak saat itu, Hariono dikenal sebagai gelandang bertahan dengan karakter keras dan pantang menyerah di lapangan. Kelebihan yang membuat Hariono tetap berada di level atas meski usianya sudah 35.

Hariono yang membawa Persib Bandung meraih trofi juara Liga Super Indonesia 2014, kini masih tercatat sebagai pemain Bali United.

Sumber: Youtube Omah Balbalan

Saksikan Video Pilihan Kami: