Kisah Warga Desa yang Harus Panjat Tebing 800 Meter demi ke Rumah Sakit

Liputan6.com, Jakarta - Menapaki langkah di anak tangga besi, para warga sebuah desa di Tiongkok harus mendaki tebing setinggi 800 meter untuk keluar-masuk, termasuk saat sekolah maupun mengakses fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

Mengutip laman video South China Morning Post, Kamis, 21 Mei 2020, anak-anak biasanya memanjat dengan diikatkan tali sebagai keamanan tambahan. Sementara, yang masih terlalu kecil kedapatan digendong orangtua mereka.

"Saat ada warga yang hendak melahirkan, ia harus keluar desa seminggu sebelum tanggal perkiraan," ucap seorang warga bernama Mase Labo.

"Saat saya dan istri punya anak kedua, kami pulang kembali ke desa seminggu setelah proses kelahiran," sambungnya. Tangga besi yang jadi satu-satunya jalur itu merupakan cara tunggal warga desa terhubung dengan dunia luar.

Karenanya, beberapa lansia belum pernah lagi keluar desa selama bertahun-tahun. Wilayah dijuluki desa tebing ini merupakan salah satu area paling miskin di seantero Negeri Tirai Bambu.

Relokasi Rumah

Tangga besi di tebing batu yang jadi satu-satunya akses keluar masuk warga di sebuah desa di Tiongkok. (dok. screenshot video Twitter @SCMPNews)

Karena akses serba terbatas tersebut, setidaknya sudah ada 84 keluarga asal desa tersebut yang dipindahkan ke rumah baru mereka sejauh 70 kilometer (km) dari lokasi tersebut. Di apartemen baru, mereka mendapat perabotan yang disubsidi pemerintah.

Mase adalah salah satunya. Ia mengaku senang karena bisa dengan lebih mudah menjangkau fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kondisi sang istri yang tengah mengandung anak ketiga mereka.

"Sekarang, hanya butuh tujuh hingga delapan menit untuk sampai ke rumah sakit menggunakan sepeda listrik," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: