Kisruh Eyang Subur, FPI Pun Turun Tangan  

TEMPO.CO, Jakarta -- Front Pembela Islam (FPI) telah menyurati Eyang Subur sejak tiga bulan lalu. Surat tersebut dilayangkan terkait keluhan masyarakat yang menganggap Subur mengajarkan aliran sesat.

"Kami sudah surati sejak tiga bulan lalu," ujar Salim Assegaf, juru bicara FPI, saat dihubungi Tempo, Rabu, 27 Maret 2013.

Salim menyatakan aduan tersebut datang pada pihaknya dari sejumlah warga, salah satunya adalah artis Adi Bing Slamet. Surat pertama yang dikirim FPI itu ternyata tak berbalas. Akhirnya FPI melayangkan surat kedua pada 13 Maret 2013.

"Kami kan tidak seperti ormas-ormas lain langsung main gerebek. Kami kasih peringatan dulu," ujarnya. Setelah dua surat peringatan tak menemukan titik temu, akhirnya Salim bersama rombongannya mendatangi rumah Eyang Subur di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Ia mendatangi rumah tersebut bersama Ketua RT, RW, Danramil, dan Kapolsek setempat pada 15 Maret 2013. "Tak ada intimidasi di sana, kami hanya bertanya," ujarnya.

Dari pertemuan itu, akhirnya FPI memutuskan bahwa Subur tak mengajarkan aliran sesat. "Dari hasil investigasi kami, enggak ke sana," ujarnya.

Namun, ia menyatakan kepada warga yang mengeluhkan perbuatan Subur, bisa langsung melaporkan ke polisi. "Bila hendak memproses secara hukum, tetap kami dukung," ujarnya. Simak heboh Adi Bing Slamet Vs Eyang Subur.

M. ANDI PERDANA

Topik Terhangat: Serangan Penjara Sleman || Adi Vs Eyang Subur || Harta Djoko Susilo ||Agus Martowardojo

Berita terkait:

Adi Bing Slamet Terus `Serang` Eyang Subur

Profil Eyang Subur: Penjahit Jadi Kolektor Kristal

Eyang Subur, Adi Bing Slamet, dan Warga Banten

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.