KJL lepas pengapalan pertama ekspor produk baja KS ke Malaysia

PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) melepas pengapalan pertama untuk ekspor produk baja PT Krakatau Steel (KS) ke Malaysia di Dermaga Bandar Krakatau Samudera (Krakatau International Port) di Cilegon, Banten, Rabu.

Direktur Operasional PT Krakatau Jasa Logistik, Asep Siswanto di Cilegon, Banten, menjelaskan kegiatan ekspor ini merupakan pengiriman pertama produk baja PT Krakatau Steel berupa hot rolled coil (HR Coil) dan plate yang menggunakan jasa layanan pengiriman terintegrasi dari KJL. Pengiriman tersebut disaksikan Kepala Bea Cukai Merak Beni Novri, Direktur Operasi Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cahyo Antarikso, dan perwakilan sales PT Krakatau Steel.

Asep Siswanto mengatakan pengiriman ekspor ini menjadi momentum PT KJL untuk mengenalkan kepada dunia usaha sebagai perusahaan layanan logistik terintegrasi yang terkemuka.

"Ini adalah first shipment ekspor PT KS yang dikelola secara terintegrasi oleh PT KJL. Ini momentum bagi kami PT KJL untuk mendengungkan tagline kami sebagai integrasi logistik dimana kami selama ini di interland bergerak di angkutan dan pengelolaan pergudangan dengan paket logistik yang terintegrasi ini mendengungkan visi KJL menjadi perusahaan terkait logistik yang terkemuka," kata Asep.

Kepala Bea Cukai Merak, Beni Novri yang turut hadir dalam kegiatan pelepasan ekspor itu mengatakan pihaknya mendukung penuh adanya layanan integrasi yang diterapkan PT KJL dalam rangka meningkatkan devisa negara khususnya di masa pemulihan ekonomi nasional sekarang ini.

Kolaborasi layanan logistik yang terintegrasi juga diharapkan bisa mendukung industri di Cilegon agar terus berkembang.

"Jadi ini merupakan salah satu upaya kami dalam mendukung ekspor khususnya yang dilakukan Krakatau Steel karena kami mempunyai fungsi dalam asistensi industri dalam meningkatkan devisa negara dan instrumen dalam pemulihan ekonomi nasional sehingga diharapkan ekspor ini selain berkontribusi kepada Krakatau Steel secara khusus, penerimaan negara juga semakin meningkat. Dan dengan adanya integrasi ini diharapkan industri di Cilegon juga akan terus berkembang," harapnya.

Dengan pelepasan kapal pertama untuk ekspor pengiriman baja ke Malaysia yang dilakukan hari ini, secara keseluruhan pengiriman ekspor hingga November 2022, mencapai sebanyak 360.000 ton.

Baca juga: Anak usaha BUMN Krakatau Steel optimalkan momentum energi hijau
Baca juga: Wajah baru Krakatau Steel usai restrukturisasi dan bertransformasi
Baca juga: PT KSP ajak Korsel terus investasi di Kawasan Industri Cilegon