KKB Papua Kabur saat TNI-Polri Serbu Markasnya, Ini Kronologinya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Anggota TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Pinang Sirih berhasil menyerbu satu markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) jaringan Goliat Tabuni di Kampung Welenggaru, Distrik Gome Utara, Kabupaten Puncak, Papua.

Pendudukan markas KKB tersebut dipimpin oleh Mayor Inf Sudarmin (Kasi Intel Ops Satgas Pinang Sirih) yang awali dengan patroli drone, di Kampung Welenggaru tersebut. Penyerbuan markas KKB itu dilakukan menjelang detik-detik kemerdekaan RI ke-76, tepatnya Senin, 16 Agustus 2021 pukul 15.40 WIT.

“Saat itu didapati 3 orang yang diduga KKB. Ketiganya melakukan tembakan ke Tim Cakra, dan saat dipantau melalui drone, ketiga orang tersebut kabur menuju Honai,” kata Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Rabu, 18 Agustus 2021.

Dengan sigap tim Cakra melakukan penyergapan, dan berhasil menembak satu orang anggota KKB, hingga lari bersama rekan rekannya ke dalam hutan.

“Saat markas tersebut didatangi, aparat berhasil mengamankan 1 Pucuk Senjata laras panjang jenis M16,” ujarnya.

Kamal mengatakan, hingga saat ini Satgas Pinang Sirih terus melaksanakan koordinasi dengan Jajaran Aparat keamanan TNI-Polri serta menyiapkan Tim Cadangan dari Satgas Pamtas Mobile Yonif Raider 715/MTL jika sewaktu-waktu akan digerakkan.

Menurut Kamal, anggota TNI-Polri masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kelompok yang melakukan penembakan tersebut.

Sementara untuk kegiatan patroli yang dilakukan satgas agar aktivitas masyarakat di Distrik Gome berjalan lancar kondusif, maka para komandan satuan menginstruksikan kepada seluruh anggotanya agar melaksanakan siaga di pos Masing-masing.

Hal ini untuk menghindari adanya aksi gangguan keamanan di wilayah Ilaga Kompleks pasca terjadinya kontak tembak di Kampung Welenggaru dan Kampung Gugibur Kompleks, Distrik Gome Utara, Kabupaten Puncak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel