KKB Pembakar Helikopter Ternyata Kirim Surat Tantangan kepada Aparat

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Mathius D Fakhiri bersumpah untuk mencari dan menangkap kelompok bersenjata separatis Papua yang merupakan pelaku serangkaian aksi kekerasan di Beoga dan Ilaga, Kabupaten Puncak, dalam beberapa waktu terakhir.

"Tentu kami akan kejar terus mereka. Mereka ini melanggar hukum. Aparat Kepolisian dan TNI tidak akan mundur selangkah pun untuk menegakkan aturan. Kita akan cari dan tangkap mereka," kata Fakhiri di Timika, Selasa, 13 April 2021.

Dia mengaku menerima informasi bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari berbagai wilayah di pegunungan Papua mendapatkan perintah dari pimpinan KKB Lek Gakak Telenggen untuk berkumpul di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak.

Agenda utama berkumpulnya para gembong kelompok bersenjata separatis Papua itu untuk menyelesaikan persoalan adat perang suku.

"Rombongan yang dari Beoga itu juga mau berkumpul ke Ilaga. Tapi mengapa mereka melakukan hal-hal yang melewati batas perikemanusiaan dengan menembaki guru-guru yang bertugas di sana," ujar Fakhiri.

Polda Papua juga menerima informasi bahwa motif pembakaran helikopter milik PT Ersa Air yang terparkir di Bandara Aminggaru, Ilaga, oleh KKB pada Minggu (11/4) malam sebagai reaksi protes kepada Pemkab Puncak lantaran tidak menerima bagian pembayaran tuntutan ganti rugi yang diajukan KKB Beoga saat mengizinkan pesawat Dabi Air mengangkut jenazah dua guru yang ditembak pada Sabtu (10/4).

"Itu baru sebatas informasi. Mudah-mudahan kami bisa menangkap orang-orang itu untuk mengetahui apa motif mereka sesungguhnya melakukan hal-hal yang sangat mengganggu aktivitas pemerintahan di Kabupaten Puncak," katanya.

Setelah membakar helikopter milik PT Ersa Air di Bandara Aminggaru, Ilaga, KKB juga diketahui mengirim surat tantangan kepada aparat keamanan. Selembar surat yang bernada provokatif itu ditemukan di sekitar lokasi pembakaran helikopter.

Dalam surat itu, KKB di bawah komando Lekk Gakak Telenggen menantang aparat keamanan untuk memburu mereka.

"Dari Lekk Gakak Telenggen dan Militer Murib, kalau mau kejar sekitar Ilaga ini. Salam Papua Barat," demikian bunyi surat tantangan itu.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III kepada wartawan membenarkan temuan surat tantangan itu.

Perwira Penerangan Kogabwilhan III Letkol Laut KH Deni Wahidin, dalam keterangannya, Senin (12/4), menyebut surat itu sebagai bentuk upaya Lekk Gakak Telenggen dan Militer Murib menjadikan Ilaga sebagai daerah pertempuran.

Deni menegaskan bahwa aparat tidak akan mudah terpancing dengan provokasi itu.

“Ini salah satu bentuk provokasi dari LT dan MM yang berusaha memancing aparat keamanan untuk melakukan pengejaran. Yang jelas aparat tidak mudah terprovokasi dan tidak mau masyarakat terus menjadi korban dari perbuatan-perbuatan keji KKSB," ujarnya. (ant)