KKB Penyerang Warga di Nduga Pimpinan Egianus Kogoya, Korban Tewas jadi 10 Orang

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menyebut bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menjadi pelaku penyerangan terhadap warga sipil di Nogolaid, Kabupaten Nduga, Papua diduga dari kelompok Egianus Kogoya. Serangan KKB itu menewaskan 10 warga.

"Memang pelaku penyerangan yang melukai 11 orang warga sipil, 10 di antaranya meninggal itu adalah KKB pimpinan Egianus Kogoya," kata Dirreskrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Rahmadani di Jayapura, dikutip Antara, Minggu (17/7).

Dia menjelaskan, pelaku menyerang menggunakan senjata tajam selain melakukan penembakan. 11 orang terluka, 10 orang di antaranya meninggal dunia dan saat ini sudah dievakuasi ke Timika.

Tempat kejadian perkara penyerangan berada di luar Kenyam dan setelah melakukan penyerangan langsung melarikan diri.

Ketika ditanya tentang persediaan amunisi, Faizal mengatakan, KKB masih memiliki amunisi walaupun mungkin tidak banyak. "Walaupun demikian diharapkan aparat keamanan dan masyarakat tetap waspada," ujar dia.

KKB Jarah dan Bunuh Warga Termasuk Pendeta di Nduga

Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Laporan awal menyebutkan jumlah mereka diperkirakan sekitar 20 orang dan menggunakan delapan pucuk senjata api untuk melakukan penjarahan, penembakan dan pembunuhan terhadap masyarakat pendatang yang melintas dan berjualan di kios di Kampung Nonggoloit," kata JO Sembiring.

Dari peristiwa ini sebanyak 12 orang menjadi korban. 10 orang meninggal dunia dan satu orang luka berat serta satu orang luka ringan.

Danrem mengungkapkan bahwa di antara korban meninggal dunia terdapat satu orang masyarakat orang asli Papua (OAP) yang diketahui sebagai Pendeta di Kampung Nonggoloit yang bernama Pendeta Elias Erbaye.

"Kita mengecam aksi keji ini hingga merenggut banyak nyawa masyarakat sipil termasuk seorang pelayan Tuhan yang seharusnya dihormati dan dilindungi dari tindak kekerasan. Kalau pelayan Tuhan saja berani di bunuh secara sadis, apakah masih bisa dikatakan orang tersebut beriman," ujar Danrem.

Danrem menyampaikan bahwa pendeta Elias Erbaya meregang nyawa setelah dibacok dan menerima tembakan dari KKB. Jenazah saat ini telah diambil oleh pihak keluarga dan akan dimakamkan di Distrik Kenyam.

Sementara untuk korban lainnya, kata Danrem, sore ini telah dievakuasi menggunakan alat angkut udara menuju Timika.

"Kita sudah melaksanakan evakuasi dengan berkoordinasi bersama Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, Korem 174/ATW serta DanLanud Timika untuk melaksanakan proses evakuasi korban menggunakan Heli Caracal TNI AU dan Heli Bell Polri dari Distrik Kenyam menuju Timika," jelasnya.

Adapun dua korban luka-luka dievakuasi dengan menggunakan helikopter Bell Polri, tiga korban meninggal dunia dievakuasi menggunakan pesawat Rimbun Air dari Polda, enam korban MD dievakuasi dengan menggunakan Heli Caracal milik TNI AU dan satu korban telah diambil keluarganya guna dimakamkan di Kenyam Kabupaten Nduga.

Danrem menyatakan bahwa aparat gabungan TNI-Polri dari Satgas Kodim Pegubin Yonif PR 431/SSP, Personel Satgas Damai Cartenz dan Polres Nduga telah bersiaga di tempat kejadian Kampung Nonggoloit untuk mengantisipasi aksi lanjutan dari KKB.

Adapun nama-nama korban meninggal dunia yaitu Daeng Maramhli (42) ustaz di Kampung Nonggoloit, Elias Erbaye (54) pendeta Kampung Nonggoloit, Yulius Watu (23), Habertus Goti (23), Taufah Amir (42), Johan (26), Alex (45), Sirajudin (27), Yuda Gurusinga (42) dan Mahmud Ismaul (50) sopir Bupati Nduga.

Sementara Luka berat yaitu Hasjon (41), dan luka ringan akibat rekoset peluru dialami Sudarmintao pekerjaan swasta. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel