KKHI Madinah Perkuat Layanan Kegawatdaruratan Hadapi Jemaah Gelombang Dua

Merdeka.com - Merdeka.com - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah siap memberikan pelayanan kesehatan untuk jemaah. Jemaah gelombang kedua akan tiba di Madinah pada tanggal 21 Juli, besok.

Kepala KKHI Madinah, dr Enny Nuryanti, mengatakan jemaah haji gelombang kedua tentunya secara kesehatan fisik udah mulai menurun. Sebab selama di Makkah, sudah melakukan rangkaian ibadah mulai dari ibadah sunah seperti umrah hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Dia semakin khawatir dengan cuaca Madinah yang hingga hari ini masih cukup panas. Sehingga jemaah, harus benar-benar mengatur aktivitasnya agar tak kelelahan.

Itu sebabnya, KKHI Madinah akan memperkuat layanan kedaruratan dalam melayani jemaah haji gelombang kedua.

"Ini kan mungkin puncak jamaah kelelahan ya pasca Armuzna. Kemudian aktivitas fisik meningkat seiring dengan adanya Arbain, dan kita lihat juga cuaca Madinah masih panas. Makanya pascaArmuzna ini kita perkuat layanan kegawatdaruratan," kata Enny saat ditemui di KKHI Madinah, Selasa (19/7).

Adapun pola layanan kedaruratan yang nantinya diterapkan, kata Enny, tim dokter yang berjaga tidak hanya dokter umum, melainkan ditambah dokter spesialis. Selain itu, khusus jemaah risiko tinggi akan diberikan layanan Medical-Check up.

"Kita memastikan jemaah risti itu terkontrol dan layak terbang untuk ke Indonesia," katanya.

Pada jemaah-jemaah yang nantinya diperlukan perawatan di rumah sakit, kata Enny, pihaknya akan melakukan visitasi secara rutin. Hal ini penting untuk memastikan apakah nantinya jemaah tersebut bisa pulang bersama kloternya ke Tanah Air, atau justru harus dipercepat karena alasan kesehatan atau tanazul.

"Pasca-Armuzna ini, ada layanan yang lebih spesifik, kita ada layanan evakuasi dan tanazul. Evakuasi ini bila ada jamaah sakit tapi masih bisa terpenuhi dengan kloternya maka kita evakuasi. Tapi apabila jemaah itu sakit dan kloternya terpaksa harus meninggalkannya maka kita pulangkan dengan tanazul akhir. Meskipun diharapkan sama dengan sesama embarkasi," jelas Enny.

Soal jemaah Tanazul karena sakit, Enny belum bisa memastikan jumlahnya. Sebab saat ini, seluruh jemaah masih berada di Makkah dan belum diketahui berapa jumlah jemaah yang harus dievakuasi.

"Setelah dari Makkah, kita lihat apakah ada kondisi jemaah yang ditanazulkan. Atau kita lihat nanti ada jemaah yang dirawat di RS Arab Saudi di Madinah. Saat ini kami belum ada datanya tapi kami sudah siapkan timnya," katanya.

Enny menambahkan, saat ini jumlah dokter yang bertugas di Madinah mengalami pengurangan karena ada yang diperbantukan di Bandara King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA) Jeddah. Meski demikian, Enny yakin tim KKHI Madinah siap memberikan pelayanan maksimal untuk di jemaah haji.

"Sekarang kita ada 17 dokter spesialis, 12 dokter umum, satu dokter gigi dan 19 perawat siap melayani jamaah haji kita," tutup Enny.

Mengutip data Pusat Kesehatan Haji 2022 per Selasa 19 Juli 2022, total jemaah wafat berjumlah 61 orang. Sedangkan jemaah sakit dan mendapatkan perawatan total 57 di KKHI Makkah dengan rincian per hari ini 17 jemaah masuk dan 46 keluar. Kemudian jemaah dirawat inap di RS Arab Saudi Makkah berjumlah 29 orang dengan rincian per hari ini, 8 jemaah masuk, 4 orang keluar. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel