KKP Ajak China Deteksi Covid-19 di Produk Perikanan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak Pemerintah China bekerja sama di bidang metodologi dan teknologi dalam mendeteksi keberadaan virus SARS Cov-2 atau Covid-19 pada produk perikanan. Langkah ini sebagai upaya menjamin mutu dan keamanan produk perikanan yang akan dikirim ke negara tersebut.

"Kami berharap adanya kerja sama metodologi dan teknologi yang dipakai oleh GACC (otoritas bea cukai Tiongkok) dalam mendeteksi produk-produk perikanan dari Covid-19," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian di kantor KKP, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2021).

Menteri Trenggono menjelaskan, bahwa sejatinya setiap produk perikanan yang akan diekspor sudah melalui sejumlah pengujian. Baik itu komoditasnya, pengemasannya, maupun saat pengiriman. "Proses pengujian ini turut melibatkan perguruan tinggi supaya hasil yang didapat lebih akurat," terang dia dalam pernyataannya, Sabtu (20/2).

Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia tahun lalu, China memberlakukan pengetatan pemeriksaan setiap produk perikanan yang masuk, termasuk dari Indonesia. "Dari pemeriksaan ini, beberapa kali otoritas negara itu mendeteksi virus di kemasan produk perikanan Indonesia," ungkapnya.

Oleh karena itu, dia menilai kolaborasi bersama pemerintah Negeri Tirai Bambu itu ini menjadi penting. Antara lain dengan adanya kesamaan metodologi dan teknologi dalam mendeteksi virus corona pada produk perikanan Indonesia.

"Selain untuk memastikan keamanan produk, proses perdagangan dua negara juga berjalan tanpa hambatan," bebernya.

Investasi Perikanan

Nelayan memindahkan ikan laut hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Kamis (26/10). Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor produk perikanan tercatat sebanyak 510.050 ton pada semester I-2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Nelayan memindahkan ikan laut hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Kamis (26/10). Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor produk perikanan tercatat sebanyak 510.050 ton pada semester I-2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Trenggono sekaligus mengajak pemerintah Tiongkok untuk berinvestasi di sektor perikanan, khususnya di bidang infrastruktur pelabuhan.

"Mudah-mudahan pertemuan ini bisa jadi tindak-lanjut untuk kita lebih intens berkomunikasi, khususnya soal investasi dan perdagangan perikanan," ucapnya.

Sementara itu, Duta Besar Xiao Qian menyambut baik ajakan perluasan kerja sama di bidang perikanan yang ditawarkan oleh KKP. Kerja sama yang terjalin selama ini didominasi bidang budidaya dan industri pengolahan perikanan.

"Semua bentuk kerja sama dari investasi tentunya bisa dilakukan," urainya.

Pihaknya juga akan meneruskan ke otoritas terkait permintaan kerja sama KKP tentang metodologi dan teknologi yang dipakai untuk mendeteksi virus penyebab Covid-19 pada produk perikanan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: